> >

Hasbi Hasan Tuding KPK Terapkan Standar Ganda saat Usut Kasus Gratifikasi, Singgung Firli dan Lili

Hukum | 21 Maret 2024, 18:47 WIB
Sekretaris Nonaktif MA Hasbi Hasan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (23/1/2024). Pada Kamis (21/3/2024), Hasbi menuding KPK menerapkan standar ganda dalam pengusutan kasus dugaan gratifikasi. (Sumber: Tribunnews.com/Ashri Fadilla)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris nonaktif Mahkamah Agung (MA) Hasbi Hasan menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerapkan standar ganda dalam pengusutan kasus dugaan gratifikasi.

Hal tersebut disampaikan Hasbi saat menyampaikan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang perkara gratifikasi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2024).

"Saya prihatin dengan standar ganda dalam dugaan penanganan gratifikasi oleh KPK," katanya.

Menurut dia, hal tersebut tecermin dari penanganan kasus dugaan gratifikasi yang menjerat mantan pimpinan KPK Firli Bahuri dan Lili Pintauli Siregar. 

KPK dinilai tidak responsif dalam menindak dugaan penerimaan gratifikasi oleh Firli dan Lili.

Seperti diketahui, pada 2020 lalu, Firli diduga menerima gratifikasi berupa pembiayaan sewa helikopter.

Sementara Lili diduga menerima gratifikasi berupa akomodasi dan tiket MotoGP yang diterimanya pada 2022.

"Yang mana KPK tidak responsif melakukan penyelidikan dan penyidikan atas dugaan menerima diskon atas biaya sewa helikopter oleh mantan Ketua KPK Firli Bahuri, yang menurut ICW (Indonesia Corruption Watch) selisihnya melampaui Rp140 juta," ujar Hasbi.

"KPK juga tak pernah usut dugaan gratifikasi Lili Pintauli yang menerima gratifikasi berupa akomodasi dan tiket menonton MotoGP Mandalika dari PT Pertamina," tegasnya.

Baca Juga: Sekretaris MA Hasbi Hasan Dituntut 13 Tahun 8 Bulan Penjara dalam Kasus Suap, Akan Ajukan Pleidoi

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Tribunnews.com


TERBARU