> >

PDIP Belum Juga Gulirkan Hak Angket, Hasto: Tekanan Hukumnya Kuat Sekali

Politik | 30 Maret 2024, 18:30 WIB
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kiri) berbicara dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (28/2/2024). (Sumber: ANTARA/Nadia Putri Rahmani)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkapkan, partainya belum menggulirkan hak angket untuk mengusut dugaan kecurangan dalam Pemilu 2024 karena kuatnya tekanan hukum.

Hasto membantah isu yang menyebut Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri masih melakukan perhitungan sehingga tak kunjung menginstruksikan pengajuan hak angket di DPR.

"(Ibu Megawati lama putuskan hak angket) bukan perhitungan, tapi tekanannya, tekanan hukumnya kan kuat sekali," kata Hasto dalam acara diskusi bertajuk "Sing Waras Sing Menang", Sabtu (30/3/2024), dikutip dari Kompas.com.

"Kan kalau orang ditekan, ada respons yang berani menghadapi tekanan, ada juga yang takut, kita juga maklum," imbuhnya.

Hasto mengatakan, contoh tekanan tersebut adalah upaya revisi Undang-Undang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (UU MD3) yang bertujuan untuk merebut kursi ketua DPR dari PDIP. 

Meskipun demikian, Hasto menegaskan, kader PDIP diajarkan untuk tidak takut, sehingga ia yakin hak angket akan tetap bergulir.

"Hak angket ini sesuatu yang sangat penting untuk mengoreksi terhadap berbagai kecurangan-kecurangan berupa penyalahgunaan kewenangan dari presiden itu. Jadi tunggu saja di situ momentumnya yang akan kita lakukan sebaik-baiknya," jelasnya.

Hasto juga menilai penting untuk menggulirkan hak angket karena menurutnya pihak Istana akan menggunakan segala cara yang ada dalam sisa waktu pemerintahan yang hanya tinggal 6 bulan lagi.

Baca Juga: Mengenai Instruksi Hak Angket, Habiburokhman Menyebut Puan sebagai Kenergawanan

"Kalau sudah tanggung ya mereka akan melakukan segala cara. Maka karena angket ini menakutkan bagi pemerintah, bagi Pak Jokowi, makanya kita harus membangun kesadaran pentingnya angket ini," tuturnya.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas.com


TERBARU