> >

Tentara AS Meninggal di Karawang, Latihan Super Garuda Shield Tetap Dilanjutkan

Peristiwa | 24 April 2024, 18:56 WIB
Latihan bersama Super Garuda Shield (SGS) 2024 tetap akan berlanjut meski satu orang tentara AS meninggal dunia saat survei lokasi di Karawang, Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Latihan bersama Super Garuda Shield (SGS) 2024 tetap akan berlanjut meski satu tentara Amerika Serikat (AS) meninggal dunia saat survei lokasi di Karawang, Jawa Barat.

Kapuspen TNI Mayjen Nugraha Gumilar memastikan ajang perhelatan Super Garuda Shield 2024 tetap lanjut meski ada musibah dengan meninggalnya Mayor Wiliam Walker dari tentara Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army).

"Tetap lanjut, ini kan tahap awal survei ya. Ada beberapa lokasi yang disurvei untuk latihan Super Garuda Shield di Karawang ini untuk penerjunan, di Banyuwangi untuk pendaratan kemudian juga di Puslatpur tempat latihan untuk tembakan amunisi tajam," kata Mayjen Nugraha dalam program Kompas Petang di KompasTV, Rabu (24/4/2024).

"Ada 5-6 latihan itu disebar dan melibatkan 19 negara. Jadi memang cukup besar sehingga tidak mungkin ini dibatalkan dan sampai sekarang tetap berlanjut," ucapnya.

Dikutip dari laman Puspen TNI, perhelatan Super Garuda Shield adalah sebuah ajang latihan bersama dengan skala cukup besar antara TNI dan militer negara-negara sahabat di kawasan Indo Pasifik.

Tujuan dari Latma Super Garuda Shield ini diantaranya yaitu meningkatkan kerjasama bilateral Military To Military dan hubungan militer yang positif; mengembangkan dan meningkatkan kemampuan untuk melaksanakan fungsi gabungan (Joint Function) dan prosedur staf memanfaatkan kemampuan Kodal dari fungsi gabungan dan Mabes Angkatan Darat, Laut, Udara dan Koopssus TNI; Meningkatkan interoperability TNI dan U.S Indopacom dalam hal kapasitas untuk merencanakan operasi gabungan bersama; mengembangkan operasi Multilateral/Combined pada level taktis dan memperkuat hubungan antara TNI dan U.S. Indopacom.

Dalam Super Garuda Shield 2023 tahun lalu, terdapat 20 negara yang ambil bagian dalam latihan gabungan itu.

Mereka terbagi menjadi dua kelompok, yakni negara yang mengirim personel militer untuk latihan gabungan dan negara observer atau pengamat.

Dilansir dari siaran pers Kedutaan Besar AS, negara yang mengirim personel militer antara lain Amerika Serikat, Indonesia, Jepang, Australia, Singapura, Inggris, dan Perancis. 

Sementara itu, negara observer terdiri dari Brunei Darussalam, Brasil, Kanada, Jerman, India, Malaysia, Belanda, Selandia Baru, Papua Nugini, Filipina, Korea Selatan, dan Timor Leste. 

Latihan Super Garuda Shield 2023 itu diikuti oleh 2.810 prajurit TNI dan 2.165 personel dari negara asing.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU