> >

Pengamat: PKS dan PDIP seperti Air dan Minyak, Akan Untungkan Prabowo-Gibran Jika Jadi Oposisi

Politik | 26 April 2024, 14:45 WIB
Pengamat politik dari Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam di Kompas Petang, Kamis (18/5/2023). (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam menilai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) seperti air dan minyak.

Sehingga justru akan menguntungkan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka jika kedua parpol itu menjadi oposisi.

Ia berpendapat PKS dan PDIP akan sulit untuk kompak seandainya sama-sama menjadi oposisi saat Prabowo-Gibran berkuasa. Sebab, menurut Umam, basis ideologi kedua partai tersebut sangat berbeda, bahkan bertentangan.

“PDIP dan PKS ibarat air dan minyak, basis ideologinya sangat berbeda, bahkan bertolak belakang,” kata Umam, Kamis (25/4/2024), kepada Kompas.com.

Baca Juga: Soal Safari Politik Prabowo-Gibran, Jusuf Kalla Sebut Oposisi Diperlukan untuk Koreksi Pemerintah!

Dia mengakui PDIP dan PKS berpeluang memainkan peran kritis dalam konteks kebijakan publik.

Namun, menurut dia, keduanya akan kesulitan untuk membangun gerakan politik oposisional yang solid dan memadai lantaran ada akar faksinalisme akut akibat perbedaan ideologi.

“Jika PKS dan PDIP menjadi kekuatan oposisi, maka hal itu akan menguntungkan pemerintahan Prabowo-Gibran,” tegasnya.

Di sisi lain, koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran semakin gemuk dengan tambahan dukungan Partai NasDem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menurut Umam, Koalisi Indonesia Maju masih membutuhkan kekuatan tambahan. Sebab, gabungan suara empat partai pengusung, yakni Gerindra, Golkar, Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN) hanya menghasilkan 43,18 persen kekuatan di parlemen atau setara 48,2 persen kursi DPR RI.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas.com


TERBARU