> >

Lima Orang Telah Ditangkap Kepolisian Terkait Pelecehan Rasis terhadap Pemain Timnas Inggris

Kompas sport | 16 Juli 2021, 02:25 WIB
Marcus Rashford menjadi sasaran serangan rasis setelah gagal mengeksekusi penalti di final Euro 2020. (Sumber: Twitter @ManUtd)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Lima orang kembali ditangkap atas pelecehan rasis yang diterima oleh para pemain Inggris setelah kekalahan final Euro 2020 mereka dari Italia.

Marcus Rashford, Bukayo Saka dan Jadon Sancho yang gagal mengeksekusi penalti pada Minggu malam lalu menjadi sasaran pelecehan rasis secara online setelah pertandingan.

Melansit dari The Athletic, Dewan Kepala Polisi Nasional (NPCC) telah mengkonfirmasi Unit Pemolisian Sepak Bola Inggris sedang melakukan penyelidikan kejahatan rasial dan telah mengirimkan permohonan data ke perusahaan media sosial.

“Pelecehan rasial yang ditujukan kepada pemain kami sendiri setelah pertandingan Minggu malam benar-benar keji dan telah benar-benar mengejutkan orang-orang di seluruh negeri," kata Mark Roberts dari Dewan Kepala Polisi Nasional.

“Timnas Inggris kami telah menjadi panutan sejati selama turnamen, menampilkan diri dengan profesionalisme dan martabat. Saya muak ada orang-orang di luar sana yang berpikir bahwa pelecehan menjijikkan seperti itu dapat diterima secara langsung pada mereka, atau pada orang lain."

Baca Juga: Mendapatkan Serangan Rasis, Marcus Rashford Angkat Bicara

“Investigasi UKFPU (Unit Pemolisian Sepak Bola Inggris) sedang berjalan dengan baik dan terus mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab."

"Kami bekerja sangat erat dengan platform media sosial, yang menyediakan data yang kami butuhkan untuk memajukan penyelidikan."

"Jika kami mengidentifikasi bahwa Anda berada di balik kejahatan ini, kami akan melacak Anda dan Anda akan menghadapi konsekuensi serius dari tindakan memalukan Anda," tegas Roberts.

Selain tindakan tegas yang dilakukan kepolisian, FA dan politikus di Inggris juga turut mengutuk pelecehan rasis yang dilakukan segilintir orang tersebut.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : The Athletic


TERBARU