> >

Di Momen Hari Kemerdekaan RI, Menpora Optimistis dengan Prestasi Olahraga Indonesia di Masa Depan

Kompas sport | 17 Agustus 2022, 20:52 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali. Pada momentum HUT ke-77 RI, Menpora mengaku optimistis dengan prestasi olahraga Indonesia di masa depan. (Sumber: Kemenpora)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan bahwa dia optimistis dengan prestasi olahraga Indonesia di masa depan. 

Di tahun ini, Indonesia mencatatkan sejumlah prestasi membanggakan di bidang olahraga seperti timnas sepak bola amputasi Indonesia yang lolos ke Piala Dunia pada Oktober mendatang. 

Selain itu, Indonesia juga berhasil menjadi juara umum di ASEAN Para Games yang digelar di Solo awal bulan ini. 

Teranyar, Timnas U16 Indonesia turut menorehkan prestasi dengan menjadi juara Piala AFF U16 2022 pekan lalu. 

Dengan berhasil meraih sejumlah prestasi tersebut, kini selanjutnya Indonesia mempunyai tugas untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih. 

Terkait hal tersebut, Menpora Amali menegaskan rasa optimisnya bahwa Indonesia bisa melanjutkan prestasi tersebut karena sekarang sudah ada Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). 

Dalam DBON tersebut, sudah terprogram semua berbagai bidang olahraga yang mempunyai prestasi, baik untuk olahraga Olympic atau Paralympic. 

"Sekarang ini, kita sudah punya Desain Besar Olahraga Nasional yang dipayungi Perpres nomor 86 tahun 2021," kata Zainudin Amali dalam program Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Rabu (17/8/2022). 

Baca Juga: Menpora: Kita akan Persiapkan Timnas U16 Indonesia Hingga SEA Games 2027

"Semuanya terprogram, targetnya jelas dan fokusnya ke mana juga sudah jelas dalam DBON, termasuk atlet-atlet Paralympic. Karena dalam DBON, Bapak Presiden sudah menetapkan para atlet Paralympic setara dengan atlet Olympic, tidak ada perbedaan."

"Nah pembinaan itu sudah ada target-target. Target kita di 100 tahun Indonesia merdeka pada 2045 yang akan datang, ini mimpi besar kita, harapan kita, Indonesia bisa berada di posisi lima besar di Olympic atau Paralympic."

"Sehingga untuk mencapai ke sana, tentu harus ada pembinaan yang sistematis, terstruktur dan dimulai dari usia dini."

"Kalau tidak ada itu, habis juara, prestasi lalu menurun. Maka dari itu prestasi harus didesain, tidak bisa kita temukan prestasi by accident. Di situlah DBON dan pembinaannya semua terstruktur," ucapnya. 

Sementara itu, apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia di bidang olahraga ini juga mendapat apresiasi dari atlet paratenis David Jacobs. 

David menilai pemerintah sudah melakukan yang maksimal untuk menyetarakan atlet Paralympic dengan Olympic. 

Namun ia juga mengatakan pemerintah harus lebih bekerja keras lagi untuk mencari bibit-bibit atlet disabilitas karena tidak semudah mencari atlet non disabilitas. 

"Tidak mudah juga mencari regenarasi di bibit-bibit atlet disabilitas. Itu yang harus dicari lagi," ujar David.

Baca Juga: Ramai Disentil Warganet soal Angkat Trofi di Piala AFF U16 2022, Menpora: Itu Bukan Keinginan Saya

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU