> >

Komdis PSSI Terkait Tragedi Kanjuruhan: Tidak Ada Pemukulan yang Dilakukan Suporter Arema

Sepak bola | 5 Oktober 2022, 23:00 WIB
Grafiti dengan pesan SELAMAT JALAN SAUDARAKU digambar di samping gerbang Stadion Kanjuruhan, Malang, Senin (3/10/2022). Gerbang ini menjadi tempat kerumunan suporter berdesakan usai polisi menembak gas air mata ke arah tribun Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022). Tragedi Kanjuruhan menimbulkan korban jiwa sebanyak 125 orang. (Sumber: Achmad Ibrahim/Associated Press)

 

Sementara mengenai adanya kericuhan antara aparat keamanan dan suporter, Erwin Tobing menjelaskan hal tersebut mungkin terjadi karena ada kekerasan yang dilakukan. 

"Mungkin itulah imbas karena memang kita juga harus maklum. Aparat keamanan kan takut, kok tiba-tiba masuk merangsek dari dua, empat orang, langsung ribuan. Ini kan tentu pemain harus dijaga," lanjutnya. 

"Tidak untuk menyerang aparat juga. Tapi kan tindakan polisi tentu benar untuk mencegah karena pemain masih di dalam."

"Mungkin saat disuruh mundur itu, karena tidak diikuti, ada sedikit kekerasan. Nah itu mungkin yang membuat mereka marah karena cara mengusirnya, mereka tidak terima."

"Sebenarnya orang-orang Arema itu baik-baik ya, cinta, tidak memulai, karena stadion tidak dirusak," imbuhnya. 

Saat ditanya tentang sejumlah mobil polisi yang rusak, Erwin menjawab bahwa itu biar pihak kepolisian yang menjawab.

"Itu mungkin dampak semuanya, biarlah pihak kepolisian yang menilai, saya tidak dalam kompetensi itu untuk menjawabnya," ujarnya.  

Baca Juga: Ayah Korban Tragedi Kanjuruhan: Itu Nyawa Orang, Tidak Bisa Ditukar Dengan Apapun

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU