> >

Terkenal Begitu Merusak, Gempa di Bali Sering Picu Tanah Longsor dan Telan Banyak Korban

Peristiwa | 16 Oktober 2021, 16:23 WIB
Tanah longsor di kawasan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali menjadi salah satu dampak dari gempa bumi bermagnitudo 4,8 yang terjadi hari ini, Sabtu (16/10/2021) pukul 04.18 WITA. (Sumber: Kompastv/Ant)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Gempa bermagnitudo 4,8 yang terjadi di Bali pada dini hari tadi, Sabtu (16/10/2021), bukan kali pertama yang menyebabkan kerusakan parah.

Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono menyampaikan, Bali beserta daerah pegunungannya tak jarang mengalami kerusakan yang parah ketika dilanda gempa.

"Setiap terjadi gempa di Bali, kerusakan dan korban terbanyak (berada) di pegunungan Bali," kata Daryono melalui akun Twitter pribadinya @DaryonoBMKG, Sabtu.

Daryono mencontohkan gempa bumi 1917 yang mengguncang Bali sisi tenggara dengan magnitudo 6,6 hingga mengakibatkan tanah longsor hebat.

Baca Juga: Kekuatan Tampak Lemah, 4 Faktor Ini Ternyata Buat Gempa Bali Tergolong Merusak

"Gempa Bali 21 Januari 1917 menyebabkan banyak longsoran (hingga) mengubur rumah dan penghuninya," jelas Daryono.

Bahkan, Daryono menambahkan, korban dari gempa bumi Bali 1917 itu sebagian besarnya berasal dari tanah longsor yang disebabkannya.

"Sekitar 80 persen korban (gempa bumi Bali 1917) akibat longsor," ungkap Daryono, yang berarti menunjukkan bahwa setidaknya ada 1.500 orang meninggal saat peristiwa itu.

Lebih lanjut, baik longsor maupun gempa tersebut juga telah merusak kurang lebih 64.000 rumah, 10.000 lumbung padi, dan 2.431 pura, termasuk Pura Besakih di Kabupaten Karangasem, Bali.

Baca Juga: Tiga Orang Meninggal Akibat Gempa Bali

Penulis : Aryo Sumbogo Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU