> >

Tahanan Lapas Narkotika Yogyakarta Diduga Alami Penganiayaan, Kalapas: Itu Tidak Benar!

Peristiwa | 3 November 2021, 07:21 WIB
Ilustrasi narapidana di dalam sel tahanan (Sumber: KOMPAS.com / HAMDOUT)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Baru-baru ini mencuat berita adanya dugaan penganiayaan yang tidak manusiawi terhadap penghuni tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Yogyakarta.

Menanggapi hal itu, Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Yogyakarta Cahyo Dewanto secara tegas membantah dan mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar.

Menurutnya, seluruh kegiatan pembinaan kepada narapidana maupun tahanan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Tidak benar. Semua kegiatan pembinaan dan penerimaan narapidana maupun tahanan dilakukan secara terukur dan sesuai SOP serta protokol kesehatan Covid-19,” kata Cahyo, Selasa (2/11/2021), dikutip dari Tribunnews.

Baca juga: Mantan Napi Mengaku Jadi Korban Penganiayaan dan Pelecehan Seksual di Lapas Narkotika Yogyakarta

Cahyo menjelaskan, informasi yang bersumber dari eks narapidana Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta yang mengaku adanya pemukulan menggunakan selang, kabel listrik, dan kekerasan lainnya merupakan suatu hal yang tidak sesuai dengan apa yang dilaksanakan oleh petugas Lapas Narkotika Yogyakarta sehari-harinya.

“Semua kegiatan pembinaan dilakukan sesuai SOP secara proporsional dan terukur untuk peningkatan mental, fisik, dan disiplin. Hal ini tentunya agar terjadi perubahan sikap dan perilaku narapidana ke arah yang lebih baik,” imbuhnya.

Terkait informasi adanya penyiksaan hingga waktu subuh, Cahyo menjelaskan hal tersebut tidak sesuai fakta lantaran pada pukul 17.00 WIB kunci kamar hunian telah dimasukkan ke dalam kotak kunci.

Selanjutnya, setiap harinya kotak kunci tersebut akan diserahkan oleh regu pengamanan kepada Kalapas untuk disimpan dan diambil kembali keesokan harinya pada pukul 05.00 WIB.

Baca juga: Kultur Menyimpang Polri Dinilai Sulit Diubah, Pakar: Yang Salah Rekrutmen atau Pendidikannya?

Penulis : Baitur Rohman Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU