> >

Sepekan Uji Coba, Biskita Trans Pakuan dapat Respon Positif

Gaya hidup | 9 November 2021, 13:41 WIB
Petugas Dishub Kota Bogor bersama anggota Polresta Bogor Kota mengatur lalu lintas saat uji coba BISKITA Trans Pakuan di jalan Juanda, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/11/2021). (Sumber: Kompas.tv/Ant)

BOGOR, KOMPAS.TV – Setelah sepekan uji coba, Biskita Trans Pakuan mendapat respon positif dari warga Kota Bogor.

Hal ini terbukti dari jumlah penumpang yang mencapai 10.977 orang per hari Minggu (7/11/2021). Terhitung dari uji coba (soft launching) yang dilakukan  oleh Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan dan Walikota Bogor pada  Selasa (2/11/2021).

Data tersebut menurut keterangan dari  BPTJ Kementerian Perhubungan lewat siaran persnya, Selasa (9/11).

Meski saat kini, layanan Biskita Trans Pakuan baru beroperasi di satu rute yakni, Koridor Stasiun Bogor – Ciparigi, ada kecenderungan jumlah penumpang semakin meningkat.

"Jadi di Koridor Stasiun Bogor - Ciparigi yang dilayani 10 unit bus ini load factor sudah mencapai 66 persen hanya dalam waktu satu pekan,” kata Direktur Angkutan BPTJ Tatan Rustandi.

Diketahui, pada hari pertama peluncuran penumpang baru tercatat 733 orang, maka rata-rata penumpang per hari saat ini sudah mencapai 1.830 orang dengan jumlah penumpang terbanyak 2.400 orang pada Sabtu (6/11).

Tatan mengungkapkan, antusiasme warga Kota Bogor tersebut dapat menjadi semangat bagi operator dan semua pihak yang terlibat untuk meningkatkan pelayanan.

Baca Juga: BPTJ Akan Luncurkan Transportasi Massal Bus Bersubsidi di Bogor

Mengingat, dari hasil evaluasi menunjukkan memang masih banyak yang harus diperbaiki setelah satu pekan uji coba berlangsung baik meliputi sarana, prasarana maupun operasional.

Beberapa kekurangan yang ditemui pada aspek sarana termasuk belum ada tanda informasi larangan makan atau minum di dalam bus, belum terdapat hand sanitizer atau adanya unit armada yang AC nya kurang dingin.

Sementara itu menyangkut prasarana dan hambatan operasional misalnya kondisi halte belum steril, masih kurangnya rambu stop serta dukungan pengaturan lalu lintas sepanjang koridor.

“Oleh karena itu kami berharap Kota Bogor dapat merealisasikan program subsidi Pemerintah Pusat untuk pengembangan angkutan perkotaan dengan skema Buy The Service ini dengan baik pula,” ujar Tatan.

Selain itu, diharapkam sampai dengan sebulan ke depan pihak operator mampu memenuhi realisasi keseluruhan layanan sebanyak 4 koridor.

Adapun koridor yang belum operasional adalah Terminal Bubulak – Cidangian, Terminal Bubulak – Ciawi dan Terminal Parung Banteng – Air Mancur Bogor.

BPTJ Kementerian Perhubungan meluncurkan layanan angkutan umum massal dengan konsep Bus Rapid Transit Selasa, 2 November 2021. (Sumber: Dok. BPTJ)

Program Pemerintah Pusat

Layanan angkutan umum massal dengan konsep Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bogor ini merupakan bagian dari program subsidi Pemerintah Pusat, dalam hal ini adalah BPTJ Kementerian Perhubungan.

Program subsidi yang diberikan adalah dalam bentuk skema Buy The Service atau sering disebut BTS sebagai bagian dari pengembangan transportasi massal di wilayah Bodetabek (Bogor-Depok-.Tangerang-Bekasi) dengan Kota Bogor sebagai Pilot Project.

Dalam skema BTS ini Pemerintah Pusat memberikan subsidi dengan membayar semua biaya operasional yang dilakukan operator yang memberikan layanan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Ingin Jabodetabek Terintegrasi Lewat Transportasi Massal LRT

 

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU