> >

Penembakan di Tol Bintaro, Pelaku Anggota PJR Polda Metro Jaya Berpangkat Ipda

Kriminal | 30 November 2021, 16:22 WIB

 

Konferensi pers kasus penembakan di pintu tol keluar Bintaro, Jakarta Selatan, Selasa (30/11/2021). (Sumber: Baitur Rohman/Kompas.tv)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Polda Metro Jaya mengungkap pelaku penembakan yang terjadi di Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Jumat (26/11/2021) malam.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan pelaku adalah polisi patroli jalan raya yang tengah bertugas di lokasi kejadian. 

"Pelakunya adalah Ipda OS," kata Zulpan saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Zulfan mengatakan kasus ini ditangani oleh Polda Metro Jaya dengan melibatkan divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

Adapun motif Ipda OS, masih diselidiki secara mendalam.

Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menjelaskan latar belakang penembakan yang dilakukan oleh Ipda OS.

Baca juga: Soal Penembakan di Pintu Tol Bintaro, Warga Ungkap Ada Suara Letusan yang Dikira Ban Pecah

Ia mengatakan, sebelum penembakan, ada laporan warga yang merasa dirinya terancam.

"Ini berdasarkan keterangan saksi saat ini, karena orang tersebut (pelapor) diikuti dari mulai satu hotel yang ada di wilayah Sentul oleh beberapa unit mobil," kata Tubagus menerangkan. "Karena merasa dirinya terancam, maka orang tersebut melaporkan hal itu kepada kepolisian. Nah, karena polisi yang bertugas saat itu bertugas di situ, maka diarahkan menuju ke sana (lokasi kejadian) supaya aman."

Saat pelapor sampai di lokasi, Tubagus menyebutkan terjadi keributan dan terdengar suara tembakan.

"Masih dari keterangan saksi, itu ada mau ditabrak kemudian terjadilah penembakan sebanyak dua kali yang mengenai dua korban," ujarnya tanpa menyebutkan nama saksi tersebut.

Baca juga: Update Kasus Penembakan Misterius di Exit Tol Bintaro, Satu Korban Tewas Setelah Sempat Dirawat

Dalam peristiwa itu, dua orang menjadi korban. Masing-masing berinisial PP dan MA.

Kedua korban menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Polri Kramatjati Jakarta Timur usai dipindah dari Rumah Sakit Pelni Jakarta Barat.

Namun, satu hari setelah setelah peristiwa itu, satu korban PP dilaporkan meninggal dunia akibat luka tembak yang dialaminya.

 

Penulis : Baitur Rohman Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU