> >

Gus Yahya Ajak Said Aqil Siradj Musyawarah Agar NU Tidak Terbelah

Muktamar nu | 21 Desember 2021, 21:43 WIB
Gus Yahya Staquf, Said Aqil Siradj, KH Miftahul Akhyar (Rais Aam) dan KH Helmy Faisal Zaini (Sekjen PBNU) dalam satu ruangan. Gus Yahya dan Said Aqil santer bakal jadi calon ketua PBNU di Muktamar NU Lampung (Sumber: Akun instragram Helmy Faisal Zaini)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Salah satu calon yang akan maju dalam pemilihan Ketua PBNU di Lampung, Yahya Cholil Staquf,  mengaku sudah mengajak Ketua PBNU Said Aqil Siradj untuk bermusyawarah. Tujuannya, agar suara NU tidak terbelah.

Said Aqil Siradj adalah ketua PBNU petahana yang sudah menjabat selama dua periode atau 10 tahun.

Gus Yahya, demikian ia disapa, menawarkan agar Said Aqil menjadi Wakil Rais Am , sementara Gus Yahya menjadi Ketua Umum PBNU. "Kiai Said cocok Wakil Rais Am, tapi sampai sekarang beliau belum bersedia," ujarnya, saat berbincang bersama media secara daring, Selasa (21/12/2021).

Bila gayung tak bersambut, kemungkinan besar akan terjadi pemilihan secara voting. Gus Yahya memaklumi bila jalan musyawarah terbilang alot. "Apabila tidak memungkinkan, ya dilakukan pemungutan suara. Itu wajar saja dalam organisasi," ujar Gus Yahya. 

Baca Juga: Menimbang Adu Strategi KH Said Aqil Siradj dan Gus Yahya di Muktamar NU ke-34 Lampung

Sementara mantan aktivis PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), sayap mahasiswa berafilasi ke NU,  Uchok Sky Khadafi menyatakan, bila Gus Yahya berhasil jadi ketua Umum PBNU di muktamar NU Lampung, ada potensi Said Aqil tidak menerima.

"Mungkin saja dengan alasan adanya kecurangan dalam pemilihan," ujar Uchok yang juga Direktur Eksekutif Centre for Budgte of Analysis (CBA) dalam rilisnya, Selasa (21/12/2021).

Jika itu terjadi, Uchok khawtir PBNU akan terbelah menjadi tiga kubu, yaitu PBNU versi Gus Yahya, PBNU versi kubu KH Said Aqil Siradj, dan PBNU versi Indonesia Timur.

Untuk menghindari PBNU terbelah menjadi tiga (pasca muktamar NU Lampung), kata Uchok,  maka persoalan pemilihan ketua Umum jangan diserahkan kepada PCNU dan PWNU secara langsung atau voting. 

"Lebih baik, dan lebih maslahah memilih metode pemilihan dengan cara AHWA (ahlul halli wal aqdi) atau PCNU dan PWNU memilih para kyai sepuh untuk menjadi anggota ahlul halli wal aqdi.Dan para kyai sepuh inilah yang akan memilih ketua umum PBNU," ujarnya.

Penulis : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU