> >

Tanggapi Kritik soal Pecat Wong Cilik, Gibran Tegas namun Tetap Minta Maaf

Sosial | 29 Desember 2021, 17:05 WIB
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menanggapi kritikan terkait pemecatan pegawai nakal. (Sumber: ANTARA/Aris Wasita)

SURAKARTA, KOMPAS.TV - Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menanggapi kritikan terkait pemecatan pegawai nakal.

Pegawai nakal yang dimaksud adalah pengemudi Batik Solo Trans (BST) yang kedapatan mengirim pesan tidak sopan kepada salah satu penumpangnya.

Kata Gibran, jika pegawai melakukan kesalahan fatal atau kesalahan besar, maka sanksinya adalah pemecatan.

Baca Juga: Gibran Minta E-Commerce yang Gandeng Solo Tidak Jual Batik dan Sajadah dari China, Ini Alasannya

"Nek salah yo dipecat (kalau salah ya dipecat)," kata Gibran, di Solo, Rabu (29/12/2021).

Hingga saat ini, setidaknya Gibran sudah memecat dua pengemudi BST yang dianggap melakukan kesalahan.

Pertama, pengemudi yang dianggapnya sudah melakukan pelecehan verbal terhadap penumpang, dan yang kedua, pengemudi yang menyerempet Kereta Api (KA) Batara Kresna relasi Solo-Wonogiri pada bulan Mei lalu.

Menurut Gibran, persoalan memindah atau memecat seseorang bukan karena kasusnya viral.

"Kalau mindah uwong (orang), mecat uwong itu bukan karena viral, mung ora konangan wae (masyarakat hanya tidak tahu saja)," katanya lagi.

Meski demikian, Gibran meminta maaf ketika seorang warganet melayangkan kritikan mengenai keputusannya memecat wong cilik.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Antara


TERBARU