> >

Pedagang Enggan Pindah, Relokasi PKL Malioboro Rencananya Mulai Dilakukan Awal Februari

Wisata | 15 Januari 2022, 02:05 WIB
Ilustrasi - Proses relokasi pedagang kaki lima Malioboro akan dilakukan pada awal Februari 2022. (Sumber: Pinterest)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV – Proses relokasi pedagang kaki lima Malioboro akan dilakukan pada awal Februari 2022. Hal ini merupakan hasil dari pertemuan terakhir yang dilakukan antara PKL dengan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta.

"Rencananya akan dilakukan relokasi pada 1-7 Februari 2022. Sebelumnya akan ada semacam acara selamatan di Gedung Indra pada 22 Januari," ujar Ketua Paguyuban Angkringan Malioboro (Padma) Yati Dimanto di Yogyakarta, Jumat (14/1/2022), seperti dikutip dari Antara.

Seluruh PKL akan dipindahkan ke lokasi baru, sehingga jika pada 8 Februari masih ada pedagang yang berjualan di lokasi lama maka akan langsung ditertibkan oleh aparat gabungan.

PKL Malioboro Enggan Pindah

Meskipun pedagang menerima rencana untuk relokasi, Yati masih berharap agar pemerintah bisa menunda kebijakan tersebut selama satu hingga tiga tahun untuk memberikan kesempatan kepada pedagang memulihkan kondisi perekonomian mereka.

"Pandemi membuat kami terpuruk karena ada kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat sehingga wisatawan pun sepi," ungkapnya.

Baca Juga: Ada Kerja Sama dengan UNESCO, Sri Sultan Hamengku Buwono X: PKL Malioboro Bakal Dipindah

Ia melihat, kondisi pariwisata di Yogyakarta kembali berangsur pulih dan Malioboro kembali ramai dikunjungi wisatawan sehingga pedagang ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memulihkan kondisi ekonomi mereka.

"Kekhawatiran kami saat dipindah ke gedung baru, maka wisatawan enggan datang. Bisa membuat kami mati perlahan-lahan," katanya.

Pedagang masih berharap agar konsep penataan PKL di kawasan Malioboro tidak dilakukan dengan cara relokasi tetapi "mempercantik" lokasi berjualan PKL. Misalnya, dengan seragam yang bagus, gerobak yang sama atau urutannya.

“Jadi tidak perlu dipindah tetapi dipercantik saja. Apalagi kami yang jualan kuliner tidak bersinggungan langsung dengan toko," kata Yati yang sudah berjualan selama 18 tahun di Malioboro.

Selain itu, Yati juga menyoroti luasan lapak yang nantinya akan ditempati pedagang di lokasi baru karena ukurannya terbatas 1,15 x2 meter persegi dan hanya ada satu pintu tiap dua lapak. Hal ini menurutnya akan rentan menimbulkan konflik antar pedagang terlebih jika pemilik lapak berbeda.

"Juga tidak ada kompensasi yang diterima pedagang untuk relokasi," katanya.

Diketahui, selain di bekas Gedung Bioskop Indra, pemerintah daerah juga menyiapkan lokasi lain untuk relokasi PKL Malioboro yakni di bekas kantor Dinas Pariwisata DIY.

Baca Juga: Cegah Penularan Covid-19, Wisatawan Malioboro Wajib Patuhi Prokes!

Total terdapat sekitar 1.700 pedagang kaki lima Malioboro yang akan direlokasi ke dua lokasi tersebut.

Pemda DIY berharap, rencana relokasi tersebut dapat dimaknai sebagai upaya untuk memberikan tempat yang lebih aman dan nyaman bagi PKL untuk menjalankan aktivitas jual beli.

Selain itu, relokasi juga ditujukan untuk menata kawasan Malioboro karena Pemda DIY mengajukan kawasan sumbu filosofi Yogyakarta sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO.

 

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU