> >

Anaknya Tewas Tertembak, Kepala Suku di Puncak Papua Peringatkan KKB untuk Tidak Datang Lagi

Update | 6 Maret 2022, 17:16 WIB
Lokasi penembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap karyawan Palaparing Timur Telematika (PTT) saat memperbaiki Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. (Sumber: KOMPAS TV)

JAYAPURA, KOMPAS.TV – Kepala suku di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Abeloni Tabuni, memperingatkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) untuk tidak datang lagi ke wilayahnya.

Peringatan itu disampaikan Abeloni setelah anaknya yang bernama Beby Tabuni, meninggal dunia dibunuh oleh anggota KKB pada Rabu (2/3/2022).

Beby, sang anak, ditembak bersama tujuh karyawan Palapa Timur Telematika (PPT) hingga tewas.

Ia meminta KKB untuk meninggalkan wilayahnya dan tidak kembali lagi. Abeloni juga mengimbau warga setempat ikut mengecam dan melawan aksi KKB.

"Jadi, OPM dari Intan Jaya itu salah besar, tidak (jangan) datang-datang lagi ke sini Kabupaten Puncak, jangan ganggu-ganggu datang," kata Abeloni di Polsek Beoga, Sabtu (5/3/2022), dikutip dari video yang diterima Tribunnews.com.

"Tidak usah datang lagi ke Kabupaten Puncak ini," tegas dia.

Baca Juga: Anak Kepala Suku Jadi Salah Satu Korban Meninggal Penembakan KKB yang Tewaskan 8 Orang

Bukan hanya memperingatkan anggota KKB untuk tidak datang lagi ke wilayahnya, Abeloni juga membantah klaim pihak KKB yang mengatakan 8 karyawan PTT, termasuk anaknya adalah anggota TNI/Polri.

Menurut Abeloni, anaknya setiap hari bekerja memasang dan memperbaiki jaringan tower.

"Saya punya anak ini, Beby Tabuni sudah kena tembak."

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Tribun News


TERBARU