> >

5 Fakta Kerusuhan di Babarsari: Dipicu Keributan di Tempat Karaoke, Rusak Ruko dan Bakar Kendaraan

Peristiwa | 5 Juli 2022, 09:47 WIB
Bangkai sepeda motor yang dibakar massa di Babarsari, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (4/7/2022) (Sumber: Kompas.com/Yustinus Wijaya Kusuma)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Kerusuhan dua kelompok terjadi di Babarsari, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin (4/7/2022).

Diketahui, kerusuhan yang terjadi di Babarsari pada Senin (4/7) kemarin, merupakan lanjutan dari keributan yang terjadi pada Sabtu (2/7) dini hari di sebuah tempat karaoke di wilayah Babarsari.

Saat ini, pihak kepolisian memastikan sedang menangani kasus tersebut secara hukum. Hal tersebut sebagaimana sesuai dengan permintaan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada Polda DIY karena ada pelanggaran hukum yang terjadi.

"Saya berharap Polda tidak hanya sekadar melerai, tapi karena ada pelanggaran hukum, saya minta juga ada penegakan disiplin, hukum tetap diproses dengan baik," kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam keterangan tertulis, Senin (4/7)

Untuk lebih mengetahui tentang peristiwa tersebut, berikut ini lima fakta kerusuhan di Babarsari yang telah dirangkum Kompas.TV:

1. Buntut keributan di tempat karaoke

Kerusuhan dua kelompok di Babarsari merupakan buntut dari keributan yang terjadi di salah satu tempat hiburan karaoke di kawasan tersebut. Humas Polda DIY, Kombes Yulianto mengonfirmasi kerusuhan ini berawal pada hari Sabtu (2/7) dini hari.

Pada hari itu ada satu kelompok yang sedang berkaraoke yang akhirnya kelompok tersebut merusak tempat karaoke itu dan beberapa orang dilaporkan terluka karena sayatan benda tajam.

 

"Ketika selesai karaoke, bagian kasir menanyakan sudah bayar atau belum tapi akhirnya ribut dan pihak hiburan akhirnya menghubungi pihak keamanan di tempat itu yang berinisial K," kata Kombes Yulianto kepada KOMPAS.TV, Senin, (4/7/2022).

"Akhirnya K selaku security menyampaikan kepada pengunjung untuk tidak ada keributan namun akhirnya kelompok L (pengujung) itu menyebabkan keributan," lanjut Yulianto.

Baca Juga: Kasus Kerusuhan di Babarsari, Libatkan Tiga Kelompok dan Tiga Rentetan Kasus

2. Kerusuhan kedua terjadi sejak pukul 5 pagi

Kemudian, Yulianto menjelaskan pada pukul lima pagi, kelompok L menyerang ke tempat tersebut.

"Lalu jam lima paginya, kelompok L (pengunjung) melakukan penyerangan yang menyebabkan 3 orang terluka. Tiga orang ini merupakan kelompok dari K," ujarnya menjelaskan. 

Setelah mengetahui itu, pihak polisi langsung menuju ke TKP dan daerah yang diserang telah kondusif.

3. Sejumlah ruko rusak dan enam kendaraan dibakar massa

Sebanyak lima rumah toko (ruko) dan enam sepeda motor dibakar massa dalam kerusuhan di Babarsari, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (4/7/2022).

"Ada lima (ruko) lebih yang rusak, enam motor yang dibakar. Korban dari warga tidak ada," kata Prasetyo Utomo, seorang warga yang ditemui di lokasi, seperti diwartakan Kompas.com, Senin.

Salah satu ruko yang rusak merupakan kantor Firma DHEN & Partners di sekitar Pertokoan Kledokan Raya, Babarsari. Bahkan, pemilik kantor tersebut diketahui sudah melayangkan laporan kepada polisi.

4. Manajemen tempat karaoke belum membuat laporan ke polisi

Saat ini pemilik tempat hiburan atau manajemen belum bersedia buat laporan polisi namun sebagai langkah awal Polres Sleman sudah membuat LP Model A.

Yulianto menegaskan, pihaknya akan segera memproses para pelaku secara hukum. Ia mengimbau semua pihak bisa mengendalikan diri agar tidak ada tindak pidana lain.

"Pihak Polda DIY dan Polres Sleman akan memproses para pelaku ini secara hukum, sehingga semua pihak harus bisa menahaan diri. Semua pihak bisa mengendalikan dirinya supaya tidak ada peristiwa atau tindak pidana yang lain," kata Yulianto.

Adapun kini, polisi menyebut ada tiga kasus dalam kejadian ini. Pertama adalah penganiayaan di tempat karaoke, kasus kedua adalah penganiayaan di Jambusari, serta kasus ketiga adalah pengrusakan dan pembakaran di Babarsari.

Baca Juga: Kerusuhan di Babarsari: Siswa SMA Jadi Korban Salah Sasaran, Rusuknya Terhantam Batu, Diancam Pedang

5. Sri Sultan siap jadi mediator

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan dirinya siap turun dan menjadi mediator untuk mendamaikan dua kelompok yang bentrok di Babarsari, Depok, Sleman, Yogyakarta, Senin (4/7/2022).

Sultan juga menegaskan untuk melakukan penindakan secara hukum bagi kelompok terkait yang terbukti melakukan pelanggaran. Pasalnya beberapa tahun dialog telah dilakukan di daerah tersebut.

"Kalau tidak bisa (ada pihak mendamaikan) ya saya yang nerjuni (turun langsung) juga bisa saja," tuturnya dalam keterangan tertulis, Senin.

"Kita harus keras dengan orang orang seperti itu karena kita sudah memfasilitasi mereka. Tidak hanya kabupaten Sleman tapi saya juga sudah menerjuni mereka," kata Sri Sultan.

 

Penulis : Nurul Fitriana Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV/Kompas.com


TERBARU