> >

Kronologi Purnawirawan TNI Tewas Ditikam Pemilik Toko Gara-gara Parkir, Polisi: Ada 5 Lubang Tusukan

Kriminal | 19 Agustus 2022, 09:18 WIB
Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo saat konferensi pers terkait kasus penikaman purnawirawan TNI di Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/8/2022). (Sumber: ANTARA FOTO/Bagus Ahmad Rizaldi)

BANDUNG, KOMPAS.TV - Muhammad Mubin, seorang purnawairawan TNI dilaporkan tewas setelah ditikam oleh seorang pemuda bernama Henry Hernando (30).

Diketahui, inisiden penusukan terhadap korban yang berusia 63 tahun itu terjadi di daerah Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Baca Juga: Mahfud MD: Ferdy Sambo Jenderal Bintang 2, Tapi Punya Kekuasaan Layaknya Jenderal Bintang 5

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Ibrahim Tompo mengatakan pihak kepolisian telah menangkap Henry, pelaku penikaman purnawirawan TNI itu di kawasan Lembang.

Ibrahim menuturkan, pelaku Henry melakukan penikaman kepada korban Mubin setelah sempat terlibat percekcokan terlebih dahulu.

 

"Korban merupakan purnawirawan, tapi sekarang sebagai karyawan swasta. Tersangka tidak mengenal korban," kata Ibrahim dalam keterangannya yang dikutip pada Jumat (19/8/2022).

Ibrahim menjelaskan kronologi penikaman terhadap Mubin pada Selasa (16/8/2022) pagi itu berawal ketika korban memarkirkan kendaraannya di depan toko pelaku Henry.

Baca Juga: Ini Respons Polri soal Ada Kekaisaran Ferdy Sambo dan Konsorsium 303 di Mabes

Kemudian, kata Ibrahim, ada seorang karyawan dari Henry yang menegur korban Mubin agar tidak parkir di depan pintu masuk toko milik Henry.

"Namun teguran tersebut tidak diterima oleh pihak korban dan akhirnya malah marah kepada karyawan tersangka," ucap Ibrahim.

Ketika tengah cekcok dengan karyawan pemilik toko, kata Ibrahim, pelaku Henry kemudian keluar dari tokonya dan mendatangi tempat percekcokan tersebut.

Saat datang menghampiri karyawannya yang tengah cekcok dengan korban Mubin, ternyata Henry tidak tangan kosong. Ia membawa sebilah pisau dapur.

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU