> >

Bus Pengantar Pemain Arema FC Diserang, Polda DIY Evaluasi Izin Keamanan Pertandingan Sepak Bola

Peristiwa | 27 Januari 2023, 14:07 WIB
Spanduk-spanduk bertuliskan kecaman terhadap Arema FC terpasang di salah satu tribun penonton Stadion Maguwoharjo, Sleman saat laga antara PSS vs Arema FC, Kamis (26/1/2023) petang. Pasca laga itu, terjadi insiden pelemparan bus yang membawa pemain Arema FC oleh orang tak dikenal saat meninggalkan stadion. (Sumber: Kompas TV/Michael Aryawan)

 

Pihak Arema FC juga menyebut beberapa pemainnya terluka akibat lemparan batu. Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, juga terlihat para pemain Arema FC yang ketakutan, dan berupa menjauhi kaca jendela bus yang pecah.

Kronologi penyerangan bus pemain Arema FC

Manajer Arema FC, Wiebie Dwi Andriyas menjelaskan kronologi bus mereka yang diserang oleh orang tidak dikenal. Wiebie mengungapkan bahwa situasi memang sudah panas sejak pertandingan berlangsung. 

Panitia pelaksana menyarankan tim Arema FC untuk bertahan sementara waktu di dalam stadion sampai situasi kondusif sebagai langkah antisipasi terjadinya kerusuhan. 

Kendati demikian, keramaian massa tak kunjung surut hingga waktu tunggu berakhir.

Samping bus yang digunakan Arema FC tampak kaca pecah dilempari oknum usai pertandingan pekan ke-20 Liga 1 2022-2023 melawan PSS Sleman yang berakhir dengan skor 2-0 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Kamis (26/1/2022) malam. (Sumber: Kompas.com/Dok Arema FC)

“Kami keluar, kami disuruh balik sama panpel. Kan awalnya memang disuruh menunggu sampai suporter pulang, ternyata suporter tidak ada yang pulang," kata Wiebie, Jumat (27/1) dikutip dari laporan Kompas.com.

"Semua nunggu kami keluar, setelah kami keluar langsung diserbu itu,” ujarnya melanjutkan. 

Secara mendadak, Wibie menceritakan bahwa bus yang mereka tumpangi dilempari batu sampai batako berukuran besar. Hal tersebut membuat seluruh penumpang bus terhenyak. 

Baca Juga: Ditolak Sana Sini, Arema FC Pasrah ke PT LIB untuk Laga Kandang Jamu Borneo

“Pengamanan sama patwal Polres Boyolali, sama anggota Denpom Solo merapat jadi saya minta bantuan,” ujar Wibie melanjutkan.

“Saya juga minta bantuan Dandenpom Malang untuk telepon Dandenpom Solo, termasuk Danrem tadi Mas Gogon juga dikabari. Tapi mau kirim bantuan kami sudah di jalan sudah panik."

Penulis : Redaksi-Kompas-TV

Sumber : Kompas TV


TERBARU