> >

Sepak Bola dalam Selembar Kanvas

Gaya hidup | 1 Maret 2023, 14:00 WIB
Kecintaannya pada sepak bola membuat Galih menemukan pekerjaan impiannya. (Sumber: Freepik)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Perkembangan teknologi membuat semua hal menjadi serba cepat dan praktis, apalagi dengan kehadiran internet dan media sosial. 

Dalam dunia sepakbola, kehadiran media sosial dapat mempermudah penggemar untuk mengekspresikan kecintaan dan dukungan kepada klub kebanggaannya. Termasuk untuk mereka yang memiliki bakat seni maupun ilustrasi.

Kecintaan terhadap sepak bola ternyata bisa diwujudkan dalam bentuk seni kreatif, seperti karya-karya Galih Satrio Pinandito. Pria itu merupakan ilustrator sepak bola sekaligus mantan ketua Indonesia Football Artist.

Dalam siniar Beginu bersama Wahyu Nugroho, Pemimpin Redaksi Kompas.com, bertajuk “Galih Satrio, Paralel Ruang dan Apresiasi”, dengan tautan dik.si/BeginuGalihP2, Galih membagikan kisahnya dalam menjadi seorang ilustrator sepak bola.

Membentuk Indonesia Football Artist

Banyaknya seniman atau ilustrator sepak bola berkualitas di media sosial, menjadi urgensi dibentuknya sebuah wadah eksistensi untuk berkarya. 

Atas dasar tersebut, Galih Satrio, Finendi Ramadhani, dan Fajar Ramadhan, membentuk Indonesia Football Artist (IFA) pada Juni, 2018. Mereka membentuk komunitas ini dengan harapan menjadi media berbagi ilmu, saling belajar, dan tempat berkarya bagi setiap anggotanya.

Baca Juga: Literasi dan Hidup Maman Suherman di dalamnya

Dengan anggota yang berasal dari berbagai daerah dan memiliki latar belakang berbeda-beda. Namun, justru hal tersebut malah memberikan kekayaan dari setiap karya yang dihasilkan.

Selain itu, IFA juga sangat aktif di media sosial dengan membuat konten visual seperti matchday, momen-momen dalam pertandingan, perayaan kejuaraan, dan lainnya. Bahkan, mereka juga rutin mengadakan proyek setiap bulannya dengan tema yang berbeda-beda.

Menemukan Ruang dan Apresiasi

Indonesia Football Artist tak ingin hanya sekadar bergerak di media sosial. Komunitas ini pun menginisiasi untuk membuat pameran sepak bola. Pameran tersebut bertajuk “Indonesia Offline Exhibition: Sepak Bola Indonesia” yang diadakan pada 2019 lalu, di Yogyakarta.

Selesai pameran, Galih mendapatkan pekerjaan profesional pertama untuk menjadi ilustrator klub sepak bola asal Prancis, Paris Saint Germain.

“Kita nggak akan pernah tahu, kapan kesempatan itu datang. Yang perlu kita lakukan adalah dengan berusaha terus berkarya dan membuat karya kita terekspos, dan salah satunya adalah dengan membuat pameran seni.”

Penulis : Ristiana D Putri Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU