> >

Sebelum ke Candi Borobudur, 32 Biksu yang Jalan Kaki dari Thailand Akan Singgah di Semarang

Jawa tengah dan diy | 15 Mei 2023, 14:15 WIB
32 biksu yang melakukan ritual thudong dari Thailand ke Candi Borobudur melintas di Jalan Teuku Umar, Telaga Asih, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jumat (12/5/2023). (Sumber: Kompas.com/Joy Andre T)

SEMARANG, KOMPAS.TV - Rombongan 32 biksu yang tengah menjalani ritual keagamaan thudong akan singgah di Kota Semarang, sebelum menuju tempat tujuan mereka di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Diberitakan sebelumnya, 32 biksu tersebut berjalan kaki dari Thailand, kemudian ke Malaysia, Singapura, lalu ke Indonesia. Ritual tersebut merupakan rangkaian Hari Raya Waisak 2023 atau 2567 BE pada 4 Juni mendatang.

Sekretaris Pengurus Wihara Sima 2500 Buddha Jayanti, Santhipala Wahyudi, mengatakan bahwa 32 biksu diperkirakan tiba di Semara pada Sabtu (27/5/2023) atau Minggu (28/5/2023).

Baca Juga: Perayaan Hari Raya Waisak: 32 Biksu dari Thailand dan Negara Asia Jalan Kaki ke Candi Borobudur

Nantinya, mereka akan bermalam di Wihara Adi Dharma, Kota Semarang. Keesokan harinya, mereka akan bertandang ke Wihara Sima 2500 Buddha Jayanti, Kota Semarang.

“Para bhikkhu (biksu) thudong akan menerima dana pindapata makan siang. Dilanjutkan upacara pemberkatan Wihara Sima 2500 Buddha Jayanti. Dan bersilaturahmi dengan masyarakat Kota Semarang,” ucap Wahyudi, Senin (15/5/2023), seperti dikutip dari Tribun Jateng.

Wahyudi menambahkan, panitia telah mengundang berbagai umat agama lain, seperti pemeluk Islam dari Masjid Nurul Iman, Pudakpayung, Persaudaraan Lintas Agama, hingga umat Gereja GPDI Banyumanik.

Baca Juga: Puluhan Biksu Jalan Kaki dari Thailand ke Candi Borobudur, Magelang, Jateng

Tak hanya itu, perwakilan pemerintah daerah serta tokoh lintas agama dan budaya juga akan hadir untuk bertemu para biksu.

“Kegiatan ini supaya masyarakat dapat mengenal tradisi bhikkhu thudong, serta semaksimal meningkatkan semangat kebhinekaan di Indonesia,” kata Wahyudi.

Penulis : Fiqih Rahmawati Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Tribun Jateng, Kompas.com


TERBARU