> >

Dana Pengamanan Pemilu Diduga Diselewengkan di Polres Timor Tengah Utara, Kapolres TTU Membantah

Bali nusa tenggara | 2 Januari 2024, 12:23 WIB
Ilustrasi. Viral dugaan penyelewengan dana Operasi Mantab Brata (OMB) untuk pengamanan pemilu di Polres Timor Tengah Utara atau TTU di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Sumber: Tribun Banyumas)

KUPANG, KOMPAS.TV - Sebuah akun Facebook bernama Falentinus mengunggah pernyataan mengenai dugaan penyelewengan dana pengamanan pemilu di Polres Timor Tengah Utara (TTU) di sebuah grup bernama Timor Tengah Utara (TTU)-Biinmafo “Bebas Berpendapat”.

Dalam unggahan tersebut, Falentinus yang mengaku sebagai anggota Polri, mengatakan uang yang diterima anggota Polres TTU tidak sesuai dengan nominal yang seharusnya.

“Ini surat terbuka dari kami sebagai anggota Polri yang bertugas di wilayah perbatasan RI-Timor Leste (Polres TTU) ingin menyampaikan bahwa dana pengamanan pemilu telah diberikan kepada anggota Polres TTU tidak sesuai dengan yang ditandatangani,” tulis Falentinus, Sabtu (30/12/2023).

Baca Juga: Satgas Pangan Akan Menindak Tegas Pelaku Penyelewengan Beras Subsidi

Anggota Hanya Diberikan Rp500 Ribu

Menurut Falentinus, ia dan anggota yang bertugas mengamankan polsek dan operasional, hanya diberi Rp500.000. Ia menduga dana Operasi Mantab Brata (OMB) untuk pengamanan Pemilu 2024, disunat.

Falentinus menerangkan, apabila ada pemeriksaan, anggota Polri harus menjawab sesuai dengan perintah yang sudah ditandatangani.

Sebagai buktinya, Falentinus dan beberapa anggota lain mengaku telah merekam momen ketika para perwira membagikan uang tersebut dan menyampaikan perintah dari Kapolres.

Ia pun meminta Kapolri dan Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Polres TTU.

“Tolong bantu kami bapa,” tulis Falentinus.

Baca Juga: Rapat Bersama KPU, Presiden Jokowi: Pemilu Harus Sesuai Mekanisme dan Transparan

Bantahan Kapolres TTU

Kapolres TTU Moh Mukhson membantah tudingan adanya dugaan penyelewengan dana pengamanan pemilu. Ia pun menjelaskan alasan anggotanya hanya mendapatkan Rp500.000.

“Anggaran pengamanan kampanye itu hanya untuk 115 orang yang didukung dari DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran). Sedangkan personel yang kami libatkan 300 orang lebih,” kata Mukhson, Senin (1/1/2024) malam.

Penulis : Fiqih Rahmawati Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas.com


TERBARU