> >

BMKG Minta Warga Jateng Waspada Kenaikan Suhu Udara akibat Gerak Semu Matahari

Jawa tengah dan diy | 22 Februari 2024, 16:48 WIB
Ilustrasi panas terik. (Sumber: Freepik)

CILACAP, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah Jawa Tengah bagian selatan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kenaikan suhu udara yang terjadi belakangan ini. 

Hal ini disebabkan oleh gerak semu matahari yang mendekati garis khatulistiwa atau ekuator.

Teguh Wardoyo, Kepala Kelompok Teknisi di BMKG Stasiun Meteorologi (Stamet) Tunggul Wulung Cilacap, menjelaskan bahwa pergerakan semu matahari dari belahan bumi selatan menjadi salah satu faktor utama penyebab meningkatnya suhu udara. 

Berdasarkan hasil pengamatan cuaca di Stamet Tunggul Wulung Cilacap, terlihat bahwa suhu udara maksimum pada bulan Februari mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya, mencapai kisaran 32 derajat Celsius.

Baca Juga: Angin Kencang di Rancaekek Bandung Puting Beliung atau Tornado? Ini Penjelasan BMKG

"Adanya pergerakan semu matahari dari belahan bumi selatan mendekati garis khatulistiwa atau ekuator merupakan salah satu penyebab suhu udara mengalami peningkatan," kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi (Stamet) Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo di Cilacap, Kamis. 

Contohnya, selama periode 8-20 Februari 2024, suhu udara maksimum di Cilacap dan sekitarnya mencapai 33 derajat Celsius. Bahkan, hari ini suhu udara maksimum mencapai 33,8 derajat Celsius, dan pada tanggal 16 Februari mencapai 33,6 derajat Celsius, menjadikan udara di sekitar Cilacap terasa sangat panas dan menyengat.

Meskipun demikian, menurut Teguh, suhu udara maksimum tersebut masih dalam batas normal. Data klimatologis selama 30 tahun terakhir menunjukkan bahwa suhu udara maksimum di Cilacap pada bulan Februari 2013 pernah mencapai 34,5 derajat Celsius.

Secara klimatologis, bulan Februari memiliki suhu rata-rata maksimum harian tertinggi, yakni mencapai 33,7 derajat Celsius. Teguh memperkirakan bahwa suhu maksimum yang tinggi ini kemungkinan akan berlanjut hingga bulan Maret, meskipun tidak setiap hari.

"Suhu maksimum yang panas ini diprakirakan masih akan berlangsung hingga bulan Maret, tetapi tentu tidak setiap hari," katanya dikutip dari Antara.

Penulis : Kiki Luqman Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV, Antara


TERBARU