> >

Ternyata Sang Istri Sempat Doa di Kelenteng Lantai Atas sebelum Lompat dari Apartemen Penjaringan

Jabodetabek | 19 Maret 2024, 04:10 WIB
Sejumlah personel Labfor Bareskrim Polri melakukan olah TKP jatuhnya satu keluarga di Apartemen Teluk Intan, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (14/3/2024). (Sumber: Fadel Prayoga/Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Polisi mengungkapkan satu dari empat korban yang tewas ternyata sempat berdoa di kelenteng sebelum lompat dari lantai paling atas apartemen Teluk Intan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Sabtu (9/3/2024).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Hady Saputra Siagian mengungkapkan, satu korban yang berdoa di kelenteng yang ada di lantai atas apartemen itu adalah istri berinisial AIL.

Di saat sang istri berdoa, suami AE dan dua anaknya yang telah remaja itu berinisial JL dan JWA menunggu di kursi yang berada di sisi lain.

Baca Juga: Polisi Sulit Ungkap Kasus Sekeluarga Lompat dari Apartemen di Penjaringan: Tak Ada Jejak Sama Sekali

"Penjaga kelenteng melihat istri berdoa sementara suami bersama dua anaknya menunggu di kursi yang ada di sisi lain," kata Hady kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/3/2024).

Menurut dia, penjaga kelenteng bernama Akong memang sehari-hari di sana bertugas untuk menyiapkan persiapan beribadah.

"Penjaga itu melihat dia sembahyang dan tidak menyangka setelah ibadah korban meloncat," ucap Hady.

Hady berharap, kasus satu keluarga yang diduga bunuh diri ini bisa segera terungkap.

Hingga saat ini, kata dia, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium forensik yang tengah dilakukan terutama keterangan saksi ahli psikologi forensik.

"Semua kami periksa termasuk keluarga korban dan bagaimana komunikasi korban dengan keluarga besarnya yang sudah satu tahun lebih tidak berkomunikasi," ujar Hady.

Baca Juga: Tali yang Terikat Disebut Jadi Kunci Ungkap Kasus Sekeluarga Tewas Terjun dari Aprtemen Penjaringan

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU