> >

Gempa 5,0 M Guncang Gunung Kidul Yogyakarta, Dirasakan hingga Wonogiri, Pacitan dan Trenggalek

Jawa tengah dan diy | 28 Maret 2024, 16:46 WIB
Gempa dengan magnitudo 5,0 mengguncang Gunung Kidul, Yogyakarta, Kamis (28/3/2024) sore. (Sumber: X @infoBMKG)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Gempa dengan magnitudo 5,0 mengguncang Gunung Kidul, Yogyakarta, Kamis (28/3/2024) sore pukul 15:01 WIB.

Pusat gempa berada di laut barat daya 153 km Gunung Kidul, Yogyakarta dengan kedalaman 10 km. Titik gempa berada di titik koordinat: 9.30 LS, 110.17 BT.

"#Gempa Dirasakan Magnitudo: 5.0, Kedalaman: 10 km, 28 Mar 2024 15:01:52 WIB, Koordinat: 9.30 LS-110.17 BT (Pusat gempa berada di Laut 153 Km BaratDaya Gunung Kidul) #BMKG," tulis akun X Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), @infoBMKG.

BMKG pun mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.

Diketahui gempa ini juga dirasakan di sejumlah wilayah (dalam skala MMI), III Kulonprogo, II Bantul, II Pacitan, II Trenggalek, II Wonogiri, II Sleman.

Baca Juga: BMKG: 27 Wilayah Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem Hujan Lebat Disertai Angin 28-29 Maret 2024

Skala MMI Gempa

Dikutip dari laman BMKG, berikut arti skala gempa MMI:

I MMI

  • Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

II MMI

  • Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI

  • Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.
  • Getaran terasa seakan-akan ada dalam truk yang berjalan.

IV MMI

  • Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

  • Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

  • Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.
  • Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

  • Semua orang di rumah keluar.
  • Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.
  • Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.
  • Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

VIII MMI

  • Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.
  • Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

IX MMI

  • Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.
  • Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

X MMI

  • Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

  • Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.
  • Jembatan rusak, terjadi lembah.
  • Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

XII MMI

  • Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.
  • Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara. 

Baca Juga: Bantuan Korban Gempa Pulau Bawean Mulai Datang, Petugas: Kami Pastikan Tepat Sasaran

 

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU