> >

Terungkap Dugaan Penyebab Kepala Sekolah Hukum Siswa SMK di Nias, karena Tolak Lakukan Hal Ini

Sumatra | 18 April 2024, 13:41 WIB
Ilustrasi jenazah. (Sumber: SHUTTERSTOCK via Kompas.com)

NIAS, KOMPAS.TV - Seorang siswa SMK Negeri 1 Siduaori, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, YN (17), tewas usai diduga dianiaya oleh kepala sekolah berinisial SZ (37).

Ayah korban, Sekhezatulo Nduru (40), mengungkapkan bahwa anaknya bersama enam siswa lain dihukum oleh kepala sekolah mereka pada Sabtu (23/3/2024). 

SZ menghukum para siswa tersebut lantaran menolak permintaan seorang pegawai untuk mengangkat genset ke mobil saat tengah praktik kerja lapangan (PKL) di Kantor Camat Siduaori.

aca Juga: Polisi Autopsi Jenazah Siswa SMK di Nias yang Tewas Diduga Dianiaya Kepala Sekolah

Pegawai itu lantas memberitahukan hal itu ke SZ yang kemudian menghukum YN dan kawan-kawannya.

“Diduga mereka dipukul karena tidak mau angkat genset untuk dipindahkan ke mobil,” kata Sekhezatulo, Rabu (17/4/2024).

Sekhezatulo mengatakan bahwa YN mendapatkan penganiayaan berupa pemukulan di bagian kening. Diduga, SZ memukul kening YN sebanyak lima kali.

Setelah insiden tersebut, YN mengeluh pusing dan sakit kepala. Sore harinya saat sang ibu pulang dari ladang, YN masih sakit. Ibunya memberikan pereda rasa sakit.

Keesokan harinya, YN masih merasa sakit kepala. Ia bahkan tak dapat masuk sekolah lantaran sakit yang dialaminya. Remaja itu juga mengalami demam tinggi.

Orang tua YN akhirnya membawanya ke RSUD dr Thomsen Gunungsitoli pada 9 April 2024. Hasil foto rontgen menunjukkan bahwa terdapat gangguan saraf pada bagian kening YN.

Penulis : Fiqih Rahmawati Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas.com


TERBARU