> >

Gus Baha Jelaskan HP Bisa Jadi Ladang Syirik, Kenapa?

Beranda islami | 30 November 2021, 16:40 WIB
Gus Baha menjelaskan soal HP bisa jadi ladang syirik, kok bisa? (Sumber: Situs Resmi NU)

JAKARTA, KOMPAS.TV - KH Ahmad Bahaudin Nursalim atau biasa disapa Gus Baha menjelaskan tentang penggunaan HP (Handphone) bisa jadi ladang syikir. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Kata Gus Baha, ketika seseorang senang sesuatu, maka sejatinya ia bisa jadi akan ‘diperbudak’ sesuatu tersebut. Termasuk soal HP yang bisa memperbudak manusia.

“Kamu suka HP? Bangun tidur yang pertama dicari adalah HP. (jika) pergi tanpa tasbih, masih bisa tetap lanjut. Tapi kalau tidak bawa HP, jadi bingung. Tidak usah menuduh orang lain, itu maksudnya kita,” papar Gus Baha dalam sebuah ceramah di situs resmi Santri Gayeng, KOMPAS TV sudah  izin mengutip Gus Baha.

Lantas dengan kelakar beliau mengatakan, jangan gemar nuduh orang lain sebab bisa jadi kita yang memang sudah diperbudak HP.

“Coba kamu pergi tanpa bawa tasbih, kamu lanjut atau tidak? Jawab saja… kalau HP tidak bawa, kayak ada yang hilang,” kelakar Gus Baha.

Pengasuh Ponpes Tahfidz Al-Quran LP3IA Rembang itu lantas menjelaskan, tiap malam beliau justru bingung jika tidak pegang tasbih.

“Kamu malah tenang-tenang saja, haduh! Saya malah lebih suka wiridan (zikir-red) saat hendak tidur, kalau saat bangun inget Allah, kalau tidur kan rawan lupa. Bedanya, kalau kalian hendak tidur lupa Alah, saat bangun juga lupa Allah. Repot!” canda beliau, diikuti tertawa para Jemaah.

Baca Juga: Gus Baha Jelaskan Hukum Wudu atau Mandi Junub di Toilet Hotel, Sah atau Tidak?

Gus Baha, HP dan Analogi Syirik terhadap Jimat 

Mufassir tersebut lantas cerita, ia pernah diskusi perihal kemusyrikan dengan orang yang menggagap segalanya itu musyrik. Mulai dari soal keris hingga perkara tradisi, tapi sangat keras berpendapat.

“Beberapa orang menuduh seseorang jadi syikir karena punya batu akik, keris maupun jimat yang dibawa bepergian. Alasannya, mereka dianggap bergantung pada makhluk,” tandas Gus Baha.

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU