> >

Doa Melihat Gerhana Bulan, Diprediksi Terjadi 15-16 Mei 2022

Beranda islami | 15 Mei 2022, 05:05 WIB
Ilustrasi gerhana bulan sebagian. Sebagai muslim disunnahkan salat gerhana bulan (Sumber: Kompastv/Ant)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Berikut ini merupakan bacaan doa melihat gerhana bulan, diserta tata cara salat gerhana bulan. Diprediksi, akan terjadi gerhana bulan total pada 15-16 Mei 2022. 

Bagi umat Islam, gerhana bulan adalah salah satu tanda alam dan merupakan bukti kebesaran dari Allah SWT. Gerhana bulan disebut kusuf. 

Untuk itulah, pada saat terjadi gerhana, maka baiknya berdoa, memperbanyak zikir dan salat gerhana atau salat kusuf. Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad tentang gerhana. 

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo'alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah salat dan bersedekahlah." (HR. Bukhari no. 1044).

Di bawah ini merupakan panduan doa membaca gerhana bulan, disertai tata cara dan niat salat gerhana bulan (Salat Kusuf) yang bisa dikuti.

Baca Juga: Siap-siap, Mulai Besok hingga 16 Mei 2022, Gerhana Bulan Total Bisa Dilihat di Beberapa Wilayah

Doa Melihat Gerhana Bulan

Doa melihat gerhana matahari. (Sumber: -)

Latin: Allahumma ahillahu ‘alaina bil amni, wal imani, was salamati, wal islami. Rabbi wa rabbukallahu. Hilalu rusydin wa khairin.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ini bulan ‘membawa’ keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah, wahai bulan petunjuk dan kebaikan,” (HR Ahmad dan At-Tirmidzi).

Niat Salat Gerhana Bulan 

Niat salat gerhana bulan. (Sumber: kompas.tv/dedik priyanto)

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini (imaman/makmuman) lillahi taaa

Artinya, “Saya salat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

Tata cara lengkap salat gerhana bulan

  • Berniat di dalam hati;

  • Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana salat biasa;

  • Membaca do'a iftitah, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang lain sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih);

  • Kemudian ruku’;

  • Bangkit dari ruku' (i'tidal);

  • Setelah i'tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat lain. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama;

  • Kemudian ruku' kembali (ruku' kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku' sebelumnya;

  • Bangkit dari ruku' (i'tidal);

  • Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku', lalu duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kembali;

  • Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka'at kedua sebagaimana rakaat pertama, hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya;

  • Salam.

Semoga gerhana bulan ini menjadi penanda keberkahan dalam hidup kita bersama. Amin.

Wallahu a'lam.

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU