> >

Amalan Maulid Nabi, Dilengkapi Kisah Kelahiran Rasulullah dan Hukum Merayakannya

Beranda islami | 7 Oktober 2022, 16:17 WIB
Ilustrasi ibadah salat. Berikut ini amalan maulid Nabi yang bisa diamalkan  (Sumber: freepik)

 

JAKARTA, KOMPAS.TV - Berikut ini merupakan amalan Maulid Nabi yang bisa kita lakukanuntuk menyambut hari suci kelahiran Rasulullah, Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada besok, 12 Rabiul Awal 1444 Hijriah atau bertepatan dengan Sabtu 8 Oktober 2022. 

Adapun Rabiul Awal adalah bulan ketiga dalam sistem kalender Hijriah. 

Ada sejumlah amalan Maulid Nabi yang bisa diamalkan, mulai dari zikir, perbanyak selawatan, pembacaan buku rawi atau barzanji (buku sejarah kehidupan Nabi Muhammad saw), serta berbagi makanan.

Selain itu, dalam tradisi Indonesia, ada amalan khas yang kerap dibaca bersama dalam sebuah majelis ketika Maulid Nabi tiba, yakni mahalul qiyam, yakni seluruh orang yang hadir dalam majelis maulid tersebut berdiri dan bersama-sama membaca pujian untuk Rasulullah SAW.

Selain itu amalan, bulan Rabiul Awal yang disebut juga bulan Maulid Nabi merupakan momen untuk memperbanyak sedekah dan syukur.

Satu hal penting lagi, Bulan Maulid Nabi adalah bulan untuk perbanyak amalan selawat Nabi.

Begitu pentingnya salawat kepada Nabi Muhammad, Allah SWT pun berfirman dalam Alquran bahwa Allah dan para malaikat pun mengucapkan salam kepada beliau.

"Sungguh Allah dan malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kalian untuk nabi. Ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. Al Ahzab ayat 56)

Baca Juga: Kisah Unik Sahabat Nabi Temukan Ikan Paus Jadi Bangkai Lalu Dimakan, Ditanggapi Rasulullah

Kisah Singkat Kelahiran Rasulullah

Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin 12 Rabiul Awal 571 Masehi. Kelahirannya merupakan momen paling membahagian dalam sejarah Umat dunia lantaran hadirnya beliau mengubah tatanan dunia.

Dikisahkan dalam Sirah Nabawiyah Muhammad karya Syaikh Syaifurrahman al-Mubarakfuri, Ibunda Nabi Muhammad, Aminah, mengisahkan proses kelahiran bayi Muhammad. 

Proses kelahiran Nabi begitu dahsyat, ketika cahaya terang menerangi langit dan keindahannya digambarkan begitu memesona

"Ketika aku melahirkannya, keluarlah cahaya-cahaya yang karena cahaya itu, negeri-negeri Syam tersinari," tutur Syaikh Syaifurrahman berdasarkan hadis Imam Ahmad. 

Dikisahkn juga, semua orang bergembira. Langit dan bumi pun bersuka cita. Burung-burung tak berhenti mengeluarkan bunyi terbaiknya. 

Pada hari itu, seorang yang Mulia hadir di dunia. 

Adapun orang yang memberi nama Muhammad adalah sang kakek, Abdul Muthallib. Beliau memberi nama itu lantaran menghendaki cucunya kelak menjadi orang yang dipuji oleh seluruh makhluk. 

Sejarah mencatat, nama beliau abadi hingga kini. 

“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR Al-Baihaqi dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu).

Baca Juga: Rabiul Awal 1444 Hijriah Tiba, Perbanyak Amalan Maulid Nabi Berikut Ini

Hukum Merayakan Maulid Nabi 

Lantas, bagaimana hukum maulid Nabi?

Melansir dari laman NU, dalam kitab Al-Hawi lil Fatawa, Syekh Jalaluddin al-Suyuthi pernah ditanya terkait hukum merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dalam kitab tersebut Syekh Jalaluddin al-Suyuthi menjelaskan secara rinci hukum maulid Nabi. 

"Menurut saya, hukum pelaksanaan maulid Nabi yang mana pada hari itu masyarakat berkumpul membaca Alquran, dan membaca kisah Nabi Muhammad SAW, pada permulaan perintah Nabi serta peristiwa yang terjadi saat beliau dilahirkan," terang beliau. 

 

Lalu diterangkan, orang-orang yang melakukan Maulid Nabi mereka menikmati hidangan yang disajikan dan kembali pulang ke rumah masing-masing. 

Syekh Jalaluddin al-Suyuthi juga menjelaskan, mereka yang mengamalkan maulid Nabi diberi pahala.

Pahala itu didapat karena bertujuan untuk mengagungkan Nabi Muhammad SAW serta menunjukkan kebahagiaan atas kelahiran beliau. Wallau a'lam.

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU