> >

Niat Puasa Ganti atau Qada Ramadan karena Haid Beserta Bacaan Doa Buka Puasa

Beranda islami | 20 Februari 2024, 15:05 WIB
IIlustrasi. Niat ganti puasa Ramadan karena haid. (Sumber: iStockphoto/ferllstockphoto)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Puasa Ramadan tahun lalu yang ditinggalkan karena haid atau menstruasi, wajib diganti atau qada.

Selain karena haid, beberapa kondisi yang membuat seorang muslim atau muslimah tak bisa berpuasa penuh pada bulan Ramadan di antaranya sakit dan melakukan perjalanan jauh (musafir).

Diketahui, Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penentuan awal Ramadan 2024 pada 10 Maret 2024.

Sementara PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1445 hijriah jatuh pada 11 Maret 2024.

Artinya, puasa Ramadan akan terjadi kurang dari satu bulan lagi. Bagi yang memiliki utang puasa, dianjurkan untuk segera menggantinya.

Baca Juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Februari 2024 di Bulan Syaban, Berikut Niat dan Keutamaannya

"Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin.” (Surat Al-Baqarah:184).

Lantas, kapan batas akhir bayar utang puasa Ramadan 2023?

Melansir laman kemenag.go.id, Selasa (20/2/2024), menurut ulama Syafiiyah dan ulama Hanabilah, batas akhir qada puasa Ramadan adalah hingga datang puasa Ramadan berikutnya.

Kendati demikian, menurut ulama Hanafiyah, tidak ada batas akhir qada puasa Ramadan. Pendapat ini menyatakan, qada puasa Ramadan boleh dilakukan kapan saja, baik setelah tahun puasa Ramadan yang ditinggalkan atau tahun-tahun berikutnya.

Penulis : Dian Nita Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU