> >

Mulai 2023, Layanan Pesan di Facebook dan Instagram Baru akan Dilindungi Fitur Enkripsi

Aplikasi | 23 November 2021, 16:44 WIB
Ilustrasi media sosial Facebook dan Instagram yang sama-sama memiliki layanan perpesanan namun belum dilengkapi dengan fitur end-to-end encryption. Rencananya, fitur tersebut baru akan hadir di Facebook dan Instagram pada 2023 mendatang. (Sumber: Getty Images)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Fitur enkripsi ujung ke ujung atau end-to-end encryption masih menjadi dambaan para pengguna media sosial Facebook dan Instagram untuk berkirim pesan.

Pasalnya, Facebook Inc. yang telah bertransformasi menjadi Meta, baru akan menghadirkan fitur keamanan tersebut di Facebook dan Instagram pada 2023.

Melansir The Telegraph, Sabtu (20/11/2021) kemarin, Kepala Keamanan Global Meta Antigone Davis mengatakan bahwa rencana itu perlu waktu yang tak singat karena banyaknya tantangan.

Mulai dari, aspek perlindungan dan privasi bagi pengguna yang mesti dihadirkan secara tepat dalam fitur enkripsi untuk kedua paltform tersebut, sehingga dapat mencegah aksi ilegal nan berbahaya.

Baca Juga: Kominfo Temukan 1.971 Hoaks Covid-19 Sejak Januari 2020, Paling Banyak di Facebook

Namun, Davis menekankan, Meta tidak ingin fitur enkripsinya justru mengganggu upaya perusahaan dalam memberantas aksi kriminal yang memanfaatkan platform mereka.

"Ada perdebatan tentang bagaimana perusahaan teknologi bisa terus memerangi penyalahgunaan sekaligus mendukung pekerjaan penting para penegak hukum, jika kami tidak bisa mengakses pesan Anda," terang Davis.

Menurut Davis, Meta butuh waktu untuk mendengar masukan dari para ahli privasi dan keamanan, masyarakat sipil, serta pemerintah, supaya fitur enkripsinya dapat befungsi dengan baik ke depannya.

"Kami mengambil banyak waktu untuk memperbaikinya (sistem keamanan) dan kami berencana untuk menyelesaikan peluncuran global fitur end-to-end encryption secara default di seluruh layanan perpesanan kami hingga sekitar tahun 2023," tuturnya.

Baca Juga: WhatsApp Jajal Fitur Reaction di Android, Mirip dengan DM Instagram, Seperti Apa?

Seraya dengan apa yang disampaikan Davis, penggunaan fitur enkripsi pada platform pengolahan pesan itu sejatinya tak melulu mendapat dukungan dari setiap pihak.

Contohnya, Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel, salah satu tokoh publik yang mengkritik fitur enkripsi.

Menurut Patel, fitur end-to-end encryption dapat menghambat proses pelacakan dan pencegahan tindak pelecehan terhadap anak melalui media sosial.

"Sayangnya, saat kami butuh upaya lebih, Facebook masih mengejar rencana enkripsi dari ujung ke ujung, yang membahayakan pekerjaan dan kemajuan yang sudah dibuat," ujar Patel, dikutip dari BBC.

Sementara itu, sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, Selandia Baru, Kanada, India, dan Jepang juga menunjukan sikap yang serupa.

Mereka meminta perusahaan teknologi memberi izin akses ke pesan dan file terenkripsi kepada para penegak hukumnya, jika surat perintah pengadilan dikeluarkan.

Penulis : Aryo Sumbogo Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV/The Telegraph/BBC


TERBARU