> >

Apa Itu Crypto Mining? Penjelasan serta Kaitannya dengan Blockchain

Internet | 18 Desember 2021, 07:29 WIB
Ilustrasi mata uang kripto. (Sumber: Shutterstock/Antara)

Komputer tersebut kemudian digunakan untuk menyelesaikan persamaan berupa hash dalam blockchain yang dihasilkan oleh transaksi kripto. Hash merupakan satu set karakter dan angka yang, jika berhasil dipecahkan, bisa dibaca.

Sistem demikian adalah bagian dasar kriptografi. Jadi, istilah mata uang kripto berasal dari sistem tersebut.

Apabila persamaan matematika di atas berhasil dipecahkan, maka penambang akan mendapatkan koin sebagai hadiah. Penambang mendapatkan koin atas namanya dan bisa menambahkan koin baru dalam sirkulasi.

Kenapa harus blockchain?

Sebelumnya, tantangan yang menahan perkembangan mata uang digital adalah mata uang seperti itu mudah dimanipulasi. Blockchain pun dicetuskan untuk mengatasinya.

Blockchain terdesentralisasi seperti sekarang dicetuskan oleh Satoshi Nakamoto pada 2008 silam.

Teori blockchain cukup rumit. Namun, secara sederhana, blockchain adalah rantai blok yang setiap bloknya memuat jumlah mata uang kripto tertentu.

Untuk membuka sebuah blok, maka crypto mining diperlukan. Crypto mining akan memvalidasi suatu blok dan memasukkannya dalam rantai blockchain.

Di lain sisi, blockchain harus terbatas. Kebanyakan mata uang kripto memiliki batas jumlah yang bisa beredar. Bitcoin sendiri maksimal berjumlah 21 juta.

Semua koin dalam blockchain dicatat dalam berkas besar bernama ledger. Ledger bisa diakses siapa pun dan menunjukkan data kapan suatu koin ditambang, dimiliki oleh siapa, dan berpindah tangan ke siapa.

Secara umum, ledger mencatat hasil penambangan dan trasaksi koin dalam blockchain. Identitas penambang/pembeli pun tercatat jelas dalam ledger.

Baca Juga: Jangan FOMO! Kenali Betul Risiko dan Cara Kerja Investasi Kripto

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU