Kompas TV nasional update corona

Kasus Positif Mengalami Tren Penurunan, Kemenkes Optimis Omicron Tak Ancam Idulfitri

Rabu, 9 Maret 2022 | 09:27 WIB
kasus-positif-mengalami-tren-penurunan-kemenkes-optimis-omicron-tak-ancam-idulfitri
Ilustrasi salat Idulfitri berjamaah di lapangan terbuka (Sumber: Tribunnews.com)

Penulis : Danang Suryo | Editor : Purwanto

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi optimistis Covid-19 varian Omicron tak mengancam perayaan idulfitri mendatang.

Siti menjelaskankeyakinan tersebut pada Selasa (8/3/2022). Ia merujuk data yang menunjukkan tren penurunan kasus konfirmasi Covid-19 dalam dua pekan terakhir.

"Apakah nanti mengancam perayaan idulfitri, nanti kita lihat ke depannya, tapi kita cukup optimistis karena tren selama hampir dua minggu ini, terus menerus terjadi penurunan. Hanya beberapa provinsi saja di luar Jawa-Bali yang terjadi peningkatan," tuturnya dalam konferensi pers.

Kemenkes juga mengungkapkan Omicron varian baru yakni BA.2 atau dikenal sebagai Omicron siluman tak menunjukkan lonjakan kasus yang signifikan. Pihaknya hingga Selasa kemarin mendeteksi adanya 478 kasus Covid-19 akibat subvarian tersebut di Indonesia.

Baca Juga: Kabar Baik, 10 Provinsi di Luar Jawa-Bali Ini Sudah Lewati Puncak Omicron

"Untuk varian BA.2 jumlahnya sampai saat ini yang sudah kita deteksi adalah sebanyak 478," ungkapnya.

Subvarian Omicron di Indonesia, jelas Nadia yang mendominasi adalah varian BA.1 dengan jumlah 5.300 kasus dan BA.1.1 sebanyak 1.883 kasus.

"Kita belum menemukan varian BA.3, jadi kita masih didominasi varian BA.1," ujar Siti Nadia.

Sebelumnya Nadia mengatakan subvarian BA.2 lebih cepat menular dan memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi, tetapi saat ini subvarian yang mendominasi adalah BA.1.

Untuk menanggulangi melonjaknya kasus, Siti meminta masyarakat tetap waspada terkait perkembangan kasus Covid-19 khususnya varian Omicron dengan menjalankan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi.

Halaman Selanjutnya


Sumber : Kompas TV

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



BERITA LAINNYA


Close Ads x