Kompas TV internasional kompas dunia

Banjir Bandang di Perbukitan Italia Tengah Tewaskan 10 Orang, Air Digambarkan seperti Tsunami

Kompas.tv - 16 September 2022, 18:37 WIB
banjir-bandang-di-perbukitan-italia-tengah-tewaskan-10-orang-air-digambarkan-seperti-tsunami
Warga berjalan di tengah lumpur banjir bandang di Senigallia, Italia Tengah, usai banjir bandang membawa lumpur menewaskan 10 orang. (Sumber: Gabriele Moroni/LaPresse via AP)
Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Vyara Lestari

ROMA, KOMPAS.TV — Banjir yang dipicu oleh hujan deras menyapu beberapa kota di wilayah perbukitan di Italia tengah Jumat (16/9/2022) pagi, menewaskan 10 orang dan sedikitnya empat orang hilang, kata pihak berwenang Italia.

Associated Press melaporkan, lusinan orang yang selamat bergegas ke atap atau pohon untuk menunggu diselamatkan.

"Itu bukan banjir bandang, itu tsunami," kata Riccardo Pasqualini, Wali Kota Barbara, mengatakan kepada radio pemerintah Italia tentang hujan yang datang tiba-tiba pada Kamis (15/9) malam yang menghancurkan kotanya di wilayah Marche, dekat Laut Adriatik.

Pasqualini mengatakan, banjir menyebabkan 1.300 penduduk Barbara tanpa air minum. Layanan telepon pun tak lancar.

Seorang ibu dan putrinya yang masih kecil hilang setelah mencoba melarikan diri dari banjir, kata sang wali kota kepada kantor berita Italia ANSA.

Sementara petugas pemadam kebakaran melaporkan setidaknya tujuh kematian yang dikonfirmasi dan tiga orang hilang, TV pemerintah RAI mengutip kantor kecamatan setempat melaporkan ada 10 kematian yang dipastikan.

Dua anak, termasuk seorang anak laki-laki yang terlepas dari pelukan ibunya di Barbara termasuk di antara empat orang yang masih belum ditemukan hingga Jumat pagi.

Sekitar 50 orang dirawat di rumah sakit karena cedera.

Baca Juga: Pria Italia Ini Didiagnosis Kena HIV dan Cacar Monyet saat Positif Covid-19

Warga berjalan di tengah lumpur banjir bandang di Senigallia, Italia Tengah, usai banjir bandang membawa lumpur menewaskan 10 orang. (Sumber: Gabriele Moroni/LaPresse via AP)

Banyak dari 300 petugas pemadam kebakaran dalam operasi penyelamatan mengarungi air setinggi pinggang di jalan-jalan yang banjir, sementara yang lain mengoperasikan perahu karet untuk mengevakuasi korban di sepanjang jalan mereka.

Pemadam kebakaran mencuit bahwa lusinan orang yang terjebak di dalam mobil, memanjat ke atap atau memanjat pohon untuk menghindari banjir, telah dibawa ke tempat yang aman.

Petugas polisi di kota Sassoferrato menceritakan penyelamatan seorang pria yang terjebak di dalam mobil.


Karena tidak dapat menjangkaunya, mereka menjulurkan cabang panjang, yang dipegang pria itu dan kemudian petugas menariknya ke tempat yang aman.

Helikopter juga dikerahkan untuk menyelamatkan tujuh orang di kota-kota terpencil di Pegunungan Apennine, yang merupakan tulang punggung Italia tengah.

Air banjir menyerbu garasi dan ruang bawah tanah dan dengan berat dan kekuatannya merobohkan pintu.

Baca Juga: Banjir Bandang Pakistan Tewaskan 1.000 Orang Lebih, Disebut Bencana Kemanusiaan Terburuk Dekade Ini

"Itu adalah peristiwa ekstrem, lebih dari luar biasa," kata ahli iklim Massimiliano Fazzini kepada TV pemerintah Italia.

Dia mengatakan, berdasarkan perhitungannya, jumlah hujan yang turun terkonsentrasi selama empat jam termasuk periode 15 menit yang sangat deras, adalah yang terbanyak dalam ratusan tahun.

Dalam waktu beberapa jam, wilayah itu dibanjiri dengan jumlah curah hujan yang biasanya diterima dalam enam bulan, kata TV pemerintah.

Beberapa banjir terburuk melanda di dalam dan sekitar kota Senigallia, di mana sungai meluap.

Dusun-dusun di perbukitan dekat kota wisata Renaisans, Urbino, juga terendam ketika sungai-sungai air, lumpur, dan puing-puing mengalir cepat melalui jalan-jalan.

 



Sumber : Associated Press



BERITA LAINNYA



Close Ads x