GAZA, KOMPAS.TV - Hamas telah mengumumkan nama tiga sandera Israel yang akan dibebaskan sesuai kesepakatan gencatan senjata pada Sabtu (15/2/2025) besok.
Ketiga sandera tersebut akan ditukar dengan 369 tahanan Palestina yang mendekam di penjara Israel.
Pengumuman ini disampaikan Hamas pada Jumat (14/2) usai sebelumnya sempat menolak pembebasan sandera.
Organisasi Palestina itu menuduh Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan meneruskan serangan dan menghalangi pengiriman rumah gerobak untuk tempat berlindung penduduk Gaza.
Dengan dukungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan meneruskan serangan jika pembebasan sandera tidak berlanjut.
Namun, Hamas kemudian sepakat melanjutkan pembebasan sandera usai bertemu mediator gencatan senjata di Mesir.
Baca Juga: Daftar Pelanggaran Gencatan Senjata yang Dilakukan Israel, Bunuh 92 Warga Palestina di Gaza
Al Jazeera melaporkan, pemerintah Israel telah menerima daftar nama sandera tersebut melalui mediator Mesir dan Qatar.
Tel Aviv menyebut keluarga para sandera telah menyetujui pertukaran sandera ini.
Di lain sisi, Kantor Media Tahanan Palestina (ASRA) menyatakan, dari 369 tahanan Palestina yang dibebaskan, 36 di antaranya menjalani hukuman seumur hidup di penjara Israel.
Sedangkan 333 lainnya adalah penduduk Gaza yang ditahan tanpa proses pengadilan.
Adapun tiga sandera yang akan dibebaskan Hamas diketahui berkewarganegaraan ganda.
Ketiganya disandera kombatan Hamas dari daerah yang sama pada 7 Oktober 2023 lalu.
Para sandera tersebut bernama Yair Horn (46), keturunan keluarga Argentina yang beremigrasi ke Israel.
Dua lainnya adalah warga Rusia-Israel, Aexander Trufanov (29) dan warga AS-Israel, Sagui Dekel-Chen (36).
Sejak berlakunya gencatan senjata pada 19 Januari lalu, Israel dan Hamas telah melakukan lima kali pertukaran tawanan.
Sebanyak 21 sandera dan lebih dari 730 tahanan Palestina telah dibebaskan sejauh ini.
Baca Juga: Eks Jenderal Israel Sebut Tujuan Operasi Militer di Gaza Gagal, Hamas Justru Berhasil
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.