Kompas TV internasional kompas dunia

Militer Israel Akui Gagal Hentikan Penyerangan Hamas, akibat Salah Baca Niat dan Meremehkan Mereka

Kompas.tv - 28 Februari 2025, 10:29 WIB
militer-israel-akui-gagal-hentikan-penyerangan-hamas-akibat-salah-baca-niat-dan-meremehkan-mereka
Panglima militer Israel, Jenderal Herzi Halevi, hari Sabtu, 28 September 2024, mengeluarkan pernyataan dengan bangga mengumumkan kematian pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, setelah serangan udara besar-besaran pada Jumat malam di Beirut (Sumber: Times of Israel)
Penulis : Haryo Jati | Editor : Desy Afrianti

TEL AVIV, KOMPAS.TV - Militer Israel akhirnya mengakui gagal menyadari serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Berdasarkan penyelidikan militer Israel, kegagalan itu disebabkan karena tentara Israel yang jauh lebih kuat, salah menilai niat Hamas, dan meremehkan kemampuan kelompok perlawanan Palestina itu.

Temuan penyelidikan militer Israel tersebut dirilis Kamis (27/2/2025).

Baca Juga: Setelah Pertukaran Sandera, Hamas Serukan Gencatan Senjata Tahap Berikutnya

Dikutip dari Associated Press, temuan utama militer Israel adalah bahwa militer paling kuat dan canggih di kawasan itu salah membaca niat Hamas.

Mereka juga meremehkan kemampuan kelompok perlawanan Palestina itu, dan sama sekali tak siap menghadapi serangan mendadak oleh ribuan militan bersenjata lengkap pada dini hari di hari libur besar Yahudi.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Letnan Jenderal Herzi Halevi, mengatakan ia bertanggung jawab atas kegagalan tentara Israel.

“Saya merupakan komandan militer pada 7 Oktober, dan saya memiliki kewajiban sendiri. Saya juga menanggung berat tanggung jawab Anda, dan itu juga saya lihat sebagai tanggung jawab saya,” tuturnya.

Temuan militer itu sejalan dengan kesimpulan yang dicapai oleh para pejabat dan analis sebelumnya.

Militer hanya merilis ringkasan laporan tersebut, dan para pejabat militer menguraikan temuannya.

“Tanggal 7 Oktober adalah kegagalan total,” kata seorang pejabat militer, yang berbicara dengan syarat anonim sesuai dengan peraturan.

Temuan penyelidikan itu adalah kesalahpahaman yang utama bahwa Hamas, yang merebut kendali Gaza pada 2007, lebih tertarik memerintah wilayahnya ketimbang memerangi Israel.

Militer Israel juga salah mengira terkait kemampuan kelompok perlawanan tersebut.

Pejabat militer itu juga mengatakan para perencana militer Israel telah membayangkan bahwa paling buruk Hamas hanya mampu melancarkan invasi darat dari delapan titik perbatasan.

Faktanya, Hamas memiliki lebih dari 60 rute serangan.

Baca Juga: Jelang Bertemu Zelenskyy, Trump Minta Ukraina Lupakan Keinginan Gabung dengan NATO

Menurut pejabat itu, intelijen yang dinilai setelah serangan tersebut menunjukkan Hamas hampir melancarkan serangan pada tiga kesempatan sebelumnya, tetapi menunda karena alasan yang tak diketahui.

Pejabat itu mengatakan bahwa beberapa jam sebelum serangan ada tanda-tanda bahwa ada sesuatu yang salah.

Hal itu termasuk ketika pejuang Hamas mengalihkan telepon mereka ke jaringan Israel.




Sumber : Associated Press




BERITA LAINNYA



FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x