JEDDAH, KOMPAS.TV – Para menteri luar negeri negara-negara Muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menolak seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengosongkan Jalur Gaza dari penduduk Palestina. Mereka juga mendukung pembentukan komite administratif Palestina guna merekonstruksi wilayah tersebut.
Pertemuan khusus OKI yang berlangsung di Jeddah, Arab Saudi, pada Sabtu (8/3/2025) ini digelar untuk membahas situasi di Gaza.
Forum ini berlangsung di tengah ketidakpastian mengenai kelanjutan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang telah berjalan selama tujuh minggu.
Baca Juga: China Tolak Rencana AS Usir Warga Gaza, Tegaskan Dukung Rencana Rekonstruksi Arab
Dalam pernyataan resmi yang dirilis usai pertemuan, OKI menegaskan penolakan terhadap segala bentuk pemindahan paksa warga Palestina, baik secara individu maupun kolektif.
Dilansir dari Associated Press, mereka menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pembersihan etnis yang melanggar hukum internasional dan tergolong sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
Selain itu, para menteri juga mengutuk kebijakan kelaparan yang dinilai sebagai upaya sistematis untuk memaksa warga Palestina meninggalkan Gaza.
OKI pun menyatakan dukungan terhadap rencana rekonstruksi Gaza yang diusulkan Mesir dan mendapat dukungan dari negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi dan Yordania.
Dalam pertemuan tersebut, OKI juga mengembalikan keanggotaan Suriah setelah lebih dari satu dekade dikeluarkan dari organisasi ini. Suriah sebelumnya dikeluarkan pada 2012 akibat tindakan keras Presiden Bashar Assad terhadap oposisi.
Saat ini, Suriah berada di bawah pemerintahan transisi setelah Assad digulingkan oleh kelompok pemberontak Islamis.
Keputusan mengembalikan keanggotaan Suriah ke dalam OKI menandai pergeseran politik di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Dampak Pemotongan Dana USAID, Bantuan di Gaza Melambat
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Associated Press
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.