Kompas TV internasional kompas dunia

Israel Eksekusi 15 Petugas Medis Palestina, Ambulans dan Jenazah Ditemukan di Kuburan Massal

Kompas.tv - 2 April 2025, 07:32 WIB
israel-eksekusi-15-petugas-medis-palestina-ambulans-dan-jenazah-ditemukan-di-kuburan-massal
Warga Palestina mengangkat delapan jenazah Bulan Sabit Merah Palestina yang ditemukan dalam kuburan massal di Rafah, selatan Jalur Gaza, Senin (31/3/2025). (Sumber: Abdel Kareem Hana/Associated Press)
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Iman Firdaus

GAZA, KOMPAS.TV - Pasukan Israel dilaporkan membunuh 15 petugas medis dan kegawatdaruratan Palestina di Rafah, selatan Jalur Gaza. Sebelumnya, ke-15 petugas tersebut dinyatakan menghilang usai terlibat kontak dengan pasukan Israel.

Terbunuhnya 15 medis Palestina terungkap usai warga menemukan kuburan massal tempat jenazah para korban dan ambulans. Terdapat bekas buldoser militer Israel di lokasi kejadian.

Masyarakat Palestina membongkar kuburan massal tersebut kemudian memakamkan para korban di Rafah pada Senin (31/3/2025).

Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) menyebut petugas dilengkapi dengan markah medis yang jelas. PRCS menyebut pasukan Israel membunuh para korban dengan darah dingin.

Baca Juga: Idulfitri, Serangan Israel ke Gaza Terus Berlanjut! 80 Orang di Palestina Tewas dalam 2 Hari

Korban terbunuh Israel termasuk delapan petugas dari PRCS, enam petugas pertahanan sipil Gaza, serta seorang staf Agensi Pekerjaan dan Pemulihan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA). PRCS dan Palang Merah Internasional menyebut eksekusi massal Israel ini adalah serangan paling mematikan terhadap petugasnya dalam kurun delapan tahun terakhir.

PRCS sebelumnya melaporkan hilang kontak dengan petugasnya sejak 23 Maret 2025. Para korban menghilang usai berusaha mengevakuasi korban serangan Israel di kawasan Tal Al-Sultan, Rafah.

Laporan terakhir yang diterima pertahanan sipil Gaza adalah para petugas "dikepung pasukan Israel" di Rafah. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menyatakan para korban terindikasi dibunuh pasukan Israel.

"Informasi yang tersedia mengindikasikan bahwa tim pertama tersebut dibunuh pasukan Israel pada 23 Maret," demikian pernyataan PBB dikutip Associated Press.

Sebelumnya, militer Israel berdalih pasukannya membuka tembakan karena curiga dengan rombongan ambulans PRCS. Israel mengklaim berdasarkan "asesmen awal" terhadap kombatan Hamas bernama Mohammed Amin Shobaki dan delapan milisi lain dalam rombongan tersebut.

Akan tetapi, tidak ada petugas PRCS dan pertahanan sipil dengan nama Mohammed Amin Shobaki dan tidak ada jenazah lain di lokasi kejadian. Militer Israel pun belum memberikan tanggapan usai fakta ini terungkap.

Wakil Sekjen PBB Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Tom Fletcher mengecam pembunuhan ini dan menuntut Israel bertanggung jawab.

"Mereka dibunuh pasukan Israel saat berusaha menyelamatkan manusia," kata Fletcher dalam keterangannya pada Senin (31/3).

PBB melaporkan Israel telah membunuh lebih dari 1.000 petugas medis dan 100 petugas pertahanan sipil sejak menyerang Gaza pada Oktober 2023 silam.

Korban jiwa di Gaza pun terus bertambah sejak Israel secara sepihak mengakhiri gencatan senjata. Hingga Selasa (1/4), Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza melaporkan serangan Israel telah membunuh setidaknya 50.399 orang, sebagian besar anak-anak dan perempuan.

Baca Juga: Idulfitri di Gaza: Perayaan Penuh Kesedihan, Lakukan Salat Idulfitri di Luar Reruntuhan Masjid


 

Kami memberikan ruang untuk Anda menulis

Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.

Daftar di sini



Sumber : Kompas TV




KOMPASTV SHORTS


Lihat Semua

BERITA LAINNYA



FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x