BOSTON, KOMPAS.TV – Profesor Terawan Agus Putranto berbagi ilmu kepada mahasiswa Harvard Medical University di Boston, Amerika Serikat (AS) menyoal Imunoterapi tepat di Hari Lebaran. Imunoterapi sendiri yakni terapi seluler yang dikembangkan memanfaatkan sel dendritik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Tepat di Hari Raya Idulfitri, Senin (31/3/2025) pukul 3 sore waktu setempat, Terawan memberikan kuliah umum di hadapan sejumlah mahasiswa kedokteran dan Kesehatan masyarakat Harvard Medical University. Di antaranya ada pula mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh Pendidikan di Universitas Harvard, AS.
Baca Juga: Beredar Hoaks Mobilnya Meledak, Terawan Siap Tempuh Jalur Hukum Penyebar Video Palsu
Dalam kuliah umum itu, Terawan menjelaskan awal mula produksi imunoterapi. Dulu, imunoterapi dilakukan dalam segala keterbatasan, baik sumber daya manusia maupun peralatan. Namun seiring waktu, dengan memanfaatkan teknologi tinggi, imunoterapi bisa dimanfaatkan oleh ribuan orang di dalam dan luar negeri.
Imunoterapi, kata Terawan, membantu tubuh melawan kanker, mencegah penyakit autoimun, memicu reaksi anti-peradangan, meningkatkan kekebalan tubuh, juga menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, terutama bagi lansia.
Baca Juga: Dokter Terawan dan Dudung Abdurachman Hadir di JCC Dukung Prabowo-Gibran Saat Debat Terakhir Capres
Guru Besar Department of Global Health and Social Medicine, Harvard Medical School, Prof. Byron J. Good, mengapresiasi Terawan yang telah berbagi wawasan tentang Immunotherapy Nusantara.
Sementara itu, Asisten II Penasihat Khusus Bidang Kesehatan Presiden, Oktafiandi, menyatakan bahwa pengembangan Immunotherapy Nusantara merupakan bagian dari upaya mewujudkan kedaulatan kesehatan Indonesia.
Saat ini, Imunoterapi tersedia di beberapa rumah sakit, seperti RS Bhayangkara Surabaya, RSU Royal Prima Medan, dan Klinik Simas Sehat. Layanan ini juga tersedia di beberapa kota, seperti Surabaya, Bali, Medan, Tangerang, dan Solo.
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.