Kompas TV nasional peristiwa

BRIN Prediksi Awal Puasa Ramadan 2025 Pemerintah Berbeda dengan Muhammadiyah, 1 atau 2 Maret?

Kompas.tv - 25 Februari 2025, 19:53 WIB
brin-prediksi-awal-puasa-ramadan-2025-pemerintah-berbeda-dengan-muhammadiyah-1-atau-2-maret
Ilustrasi. Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar pemantauan hilal (rukyatulhilal) awal Ramadan 1446 H pada 28 Februari 2025. Pemantauan akan dilakukan pada 125 titik di seluruh Indonesia. (Sumber: KOMPAS.com/AJI YK PUTRA)
Penulis : Dian Nita | Editor : Edy A. Putra

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan ada kemungkinan 1 Ramadan 1446 Hijriah jatuh pada 2 Maret 2025 berdasarkan metode penentuan hisab dan rukyat.

Prediksi awal puasa Ramadan 2025 tersebut berbeda dengan Muhammadiyah yang telah menetapkan 1 Ramadan 1446 H jatuh pada 1 Maret 2025.

Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) baru akan melaksanakan sidang isbat pada 28 Februari 2025.

Kemenag akan menggunakan kriteria yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yakni imkanur rukyat.

Menurut metode ini, hilal dianggap memenuhi syarat apabila posisinya mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

Baca Juga: Niat Puasa Ramadan 2025 Bahasa Arab dan Artinya untuk 1 Bulan Penuh

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika dari Pusat Riset Antariksa BRIN Thomas Djamaluddin mengatakan, hilal yang memenuhi kriteria tersebut diprediksi hanya ada di Aceh.

"Awal Ramadan ini posisi hilal yang memenuhi kriteria itu hanya di wilayah Aceh, di wilayah lain belum memenuhi kriteria," ucap Thomas, dikutip dari YouTube BRIN Indonesia, Selasa (25/2/2025).

Dia mengatakan, pada penentuan awal Ramadan, 28 Februadi 2025, tinggi bulan di Aceh yakni 4,5 derajat, sementara elongsinya 6,4 derajat, artinya memenuhi kriteria. 

"Oleh karenanya di kalender resmi Kemenag, itu tanggal 1-nya ditulis 1 Maret, 1 Ramadannya, tetapi nanti itu akan dibuktikan untuk bahan sidang isbat itu rukyat tanggal 28 Februari 2025, dan rukyat di wilayah lain, walaupun ada yang mengaku melihat hilal itu biasanya akan ditolak karena belum memenuhi kriteria," ungkapnya. 

Sementara menurut analisis BRIN, posisi bulan saat magrib 28 Februari 2025 di Surabaya yakni tinggi toposentrik 3,7 derajat, sementara elongasi geosentrik 5,8 derajat sehingga kurang dari kriteria MABIMS.

Karena ada yang tidak memenuhi kriteria, kata dia, diprediksi 1 Ramadan 1446 H akan jatuh pada 2 Maret 2025.

Baca Juga: Marhaban ya Ramadan, Ini 20 Ucapan Menyambut Puasa Ramadan 2025 Bahasa Inggris dan Indonesia

Sebelumnya, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah (Urais Binsyar) pada Ditjen Bimas Islam Kemenag Arsad Hidayat mengatakan, berdasarkan data hisab awal Ramadan 1446 H, ijtimak terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 07.44 WIB. 

Pada hari yang sama, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’, dengan sudut elongasi antara 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’.

"Dengan kriteria ini, secara astronomi, ada indikasi kuat bahwa hilal akan terlihat. Namun, keputusan akhirnya kita tunggu berdasarkan hasil sidang isbat yang akan diumumkan Menteri Agama,” sebut Arsad di Jakarta, Senin, 10 Februari 2025.

Data hisab ini akan dikonfirmasi melalui proses pemantauan hilal atau rukyatul hilal. Kemenag bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kemenag di berbagai daerah akan melakukan pemantauan hilal di berbagai titik di seluruh Indonesia. 

Hasil hisab dan rukyat akan dipaparkan pada sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama.


 




Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA



FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x