SUKABUMI, KOMPAS.TV – Arus kendaraan di Exit Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi), tepatnya di Gerbang Tol (GT) Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kemacetan sejak Selasa (1/4/2025) pagi hingga malam.
Kondisi ini terjadi akibat tingginya volume kendaraan pemudik dan wisatawan yang menuju Sukabumi serta kawasan wisata Pantai Palabuhanratu.
“Kondisi ini sejak pukul setengah tujuh pagi. Kebetulan di sini tuh tidak ada jalan alternatif, ya. Pemudik dan wisatawan yang menuju Palabuhanratu dan Sukabumi, aksesnya hanya dari sini,” ujar Zaenal Arifin, petugas Posko Mudik di Exit Tol Parungkuda, dalam Breaking News KompasTV, Selasa (1/4/2025) malam.
Baca Juga: Pantauan Puncak Arus Mudik: Tol Jakarta-Cikampek KM 48 Macet, Sabtu 29 Maret 2025 Siang
Situasi ini semakin diperparah dengan tidak adanya jalur alternatif yang tersedia. Dengan tidak adanya pilihan lain, seluruh kendaraan yang keluar dari tol harus melewati titik ini, menyebabkan kepadatan yang sulit terurai.
Untuk mengatasi kemacetan, pihak kepolisian telah memberlakukan sistem satu arah (one way) menuju Jalur Wisata Pantai Palabuhanratu. Namun, upaya ini tampaknya belum cukup untuk meredakan kepadatan.
“Tadi itu, polisi sudah mencoba memberlakukan satu arah. Tapi sepertinya sudah tidak terbendung ya,” kata Zaenal.
Sistem satu arah diberlakukan mulai dari Jalan Siliwangi untuk kendaraan yang menuju Pantai Palabuhanratu, sementara kendaraan yang keluar diarahkan melalui Simpang PDAM, Gunung Butak, SMP 3, dan Jalan Jenderal Sudirman.
Pihak kepolisian juga telah bekerja sama dengan petugas parkir serta instansi terkait untuk mengantisipasi kepadatan di kantong parkir area wisata.
Personel dari Satlantas Polres Sukabumi dan polsek setempat disebar di titik-titik rawan kemacetan guna memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Pengguna jalan diimbau untuk tetap bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan guna mengurangi risiko kemacetan yang lebih parah.
Baca Juga: Hari Kedua Lebaran, Pantauan per 1 April Siang Tol Jakarta-Cikampek Macet hingga 10 Kilometer
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.