SUKABUMI, KOMPAS.TV – Arus kendaraan di Exit Tol Bocimi, tepatnya di Gerbang Tol (GT) Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, mengalami lonjakan signifikan hingga 470 persen dari kondisi normal. Kepadatan ini menyebabkan antrean kendaraan sepanjang 4-5 kilometer di jalur arteri, meskipun lalu lintas di dalam tol tetap kondusif.
“Untuk arus kendaraan yang menuju Sukabumi memang mengalami lonjakan yang signifikan, hampir 470 persen dari biasanya," ujar Kapolres Sukabumi AKBP Samian, Selasa (1/4/2025) malam dalam Breaking News KompasTV.
"Sehingga, ruang jalan yang ada mengalami kepadatan dan terjadi bottleneck di persimpangan-persimpangan dan juga pasar. Itulah yang membuat kendaraan mengekor,” jelasnya.
Baca Juga: Kemacetan di Exit Tol Bocimi Parungkuda Tak Terhindarkan, Polisi Berlakukan Sistem Satu Arah
Lonjakan kendaraan ini menyebabkan kepadatan di beberapa titik strategis, terutama di persimpangan dan kawasan pasar yang menjadi titik penyempitan jalan.
Antrean kendaraan yang mengular hingga 5 kilometer membuat laju kendaraan tersendat dan bergerak secara padat merayap.
“Saat ini padat merayap di jalur arteri, tapi kalau di dalam tol sendiri sudah aman dan kondusif,” tambah Samian.
Untuk membantu kendaraan yang terjebak kemacetan, kepolisian telah menyiapkan bengkel bergerak guna menangani kemungkinan adanya kendaraan yang mengalami gangguan teknis.
“Kita siapkan bengkel bergerak bilamana ada kendaraan yang mengalami gangguan. Sejauh ini, semuanya tidak ada kendala,” jelasnya.
Selain itu, petugas di lapangan terus melakukan pengaturan lalu lintas guna mengurangi antrean kendaraan di titik-titik kemacetan.
Meskipun berbagai langkah telah dilakukan, lonjakan volume kendaraan yang ekstrem menjadi tantangan utama dalam mengurai kepadatan lalu lintas.
Dengan kondisi ini, para pengguna jalan diimbau untuk tetap bersabar serta mengikuti arahan petugas dan perkembangan terbaru.
Baca Juga: Hari Kedua Lebaran, Pantauan per 1 April Siang Tol Jakarta-Cikampek Macet hingga 10 Kilometer
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.