Kompas TV nasional peristiwa

Pengamat Tata Kota: Masuk Jakarta Bukan Nyoman Zaman, Penuh Persaingan

Kompas.tv - 2 April 2025, 11:07 WIB
pengamat-tata-kota-masuk-jakarta-bukan-nyoman-zaman-penuh-persaingan
Ilustrasi Jakarta. (Sumber: Kemenpora)
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Iman Firdaus

JAKARTA, KOMPAS.TV- Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Yayat Supriatna tegaskan masuk ke Jakarta bukanlah zona nyaman. Sebab Jakarta adalah kota penuh persaingan sehingga perlu memiliki kualitas dan kemampuan.

Demikian Yayat Supriatna merespons pernyataan Gubernur Jakarta Pramono Anung yang menyatakan Jakarta terbuka bagi pendatang asal punya identitas diri dan skil.

“Ingat masuk Jakarta itu bukan masuk zona nyaman, artinya ini adalah kota penuh persaingan, apapun yang masuk di Jakarta berarti kualitas sumber daya manusia itu menjadi sebuah tantangan,” kata Yayat dalam Sapa Pagi di Kompas TV, Rabu (2/4/2025)

“Nah ini menarik kota (Jakarta) sekarang mau jadi kota global, kita global itu mau yang bagaimana dia menuntut kualitas dan standar keterampilan tinggi atau menengah yang siap untuk mengisi ruang-ruang kosong atau kesempatan-kesempatan yang ada,” lanjutnya.

Baca Juga: Jasa Marga Terapkan Contraflow ke Puncak Hari Ini

Sebab jika pendatang tidak memiliki kualitas, kata Yayat, itu berarti pendatang hanya akan menjadi beban bagi pemerintah Jakarta.

“Ini menjadi beban loh, Rp17 triliun anggaran Jakarta hanya untuk bantuan sosial pendidikan dan ekonomi. Jadi ini catatan penting ya. Apakah setiap tahun kita akan terus-menerus seperti ini, karena beban sosial ekonomi ini akan menciptakan ketergantungan baru,” kata Yayat.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung didampingi Wakil Gubernur Rano Karno menyatakan jika Jakarta terbuka bagi siapapun yang berkualitas.

“Saya dan Bang Doel sudah berdiskusi, kita tidak melakukan operasi yustisia, yang kita lakukan adalah lebih ke komunikasi kemanusiaan, siapapun yang datang ke Jakarta harus ada indetitasnya, dukcapil akan mengecek itu, administrasinya dicek,” ucap Pramono.

Baca Juga: Lagi, Koruptor Kasus E-KTP Setya Novanto Dapat Remisi Khusus Idulfitri

“Kalau dia mau mencari kerja di Jakarta monggo, silakan, asal dia mau ada pelatihan, asal juga yang paling penting dia punya identitas,” lanjutnya.


 

Kami memberikan ruang untuk Anda menulis

Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.

Daftar di sini



Sumber : Kompas TV




KOMPASTV SHORTS


Lihat Semua

BERITA LAINNYA



FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x