"Tata kelola skenario dari (contraflow dari kilometer) 70 ke (kilometer) 36 itu juga nanti parameter-parameter untuk kita lakukan contraflow akan kita lakukan," tambah Agus.
Contraflow ini menjadi salah satu solusi cepat untuk membuka jalur tambahan secara darurat di tengah tingginya arus balik dari timur ke arah barat.
Tol Japek II Selatan Segmen Fungsional Dibuka
Untuk mendukung kelancaran arus balik dari arah Bandung dan sekitarnya, PT Jasa Marga melalui anak usaha PT Jasamarga Japek Selatan (JJS) akan mengoperasikan jalur fungsional Tol Japek II Selatan, khususnya segmen Sadang-Bojongmangu sepanjang 31,25 km.
"Kami memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 6 April 2025. Untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas, jalur fungsional sepanjang 31,25 km ini akan dioperasikan mulai 2 April 2025, dari pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB sesuai diskresi kepolisian," kata Lisye Octaviana, Corporate Communication dan Community Development Group Head Jasa Marga dilansir dari Kompas.com.
Baca Juga: Pengamat Tata Kota: Masuk Jakarta Bukan Nyoman Zaman, Penuh Persaingan
Tol fungsional ini hanya boleh dilewati oleh kendaraan golongan I, kecuali bus dan truk. Jalur ini menjadi rute alternatif bagi pengguna Tol Cipularang yang ingin menghindari Simpang Susun Dawuan KM 66 yang sering macet.
Korlantas Polri mencatat bahwa sejak H-10 hingga H+2 Lebaran, sebanyak 1.765.102 kendaraan telah meninggalkan Jakarta, dari proyeksi total 2,1 juta kendaraan. Artinya, masih ada sekitar 350 ribu kendaraan lagi yang diperkirakan akan kembali pada puncak arus balik.
Ia juga menyampaikan bahwa tahun ini terjadi peningkatan signifikan dibanding arus mudik 2024.
“Jika dibandingkan dengan tahun lalu, pada H-4 dan H-3 Idul Fitri di tahun 2025 mengalami kenaikan mobilitas hingga hampir 14 persen,” tambahnya.
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.