SEMARANG, JATENG, KOMPAS.TV - Lunpia menjadi kuliner yang diburu wisatawan saat libur lebaran di Semarang, Jawa Tengah.
Salah satu penjual lunpia di Gang Grajen, Jalan Pemuda, Semarang, ramai dikunjungi.
Meski letaknya di dalam gang, namun tidak menyurutkan minat pembeli yang datang untuk bisa mencicipi dan merasakan lezatnya kuliner legendaris khas kota atlas ini secara langsung.
Makanan berbahan dasar rebung atau bambu muda ini, merupakan kuliner tradisional asli Semarang yang merupakan perpaduan antara budaya Tionghoa dan Jawa.
Lunpia berasal dari gabungan kata “Lun”, yang berarti gulung dari bahasa Jawa, dan “Pia” yang berarti kue dari bahasa Hokkien.
Di kota Semarang, ada beberapa pusat oleh oleh kuliner lunpia. Di sini terdapat tempat penjual lunpia yang cukup ternama.
Di musim libur lebaran, lunpia menjadi salah satu kuliner yang menjadi daya tarik wisatawan dan pemudik.
Tak hanya makan di tempat, pengunjung juga bisa membeli lunpia sebagai oleh-oleh, sekaligus membeli aneka kuliner khas Semarang.
Ada dua jenis lunpia yang bisa dinikmati, yakni lunpia basah dan lunpia goreng dengan isian rebung, telur, udang, dan ayam.
Tak hanya itu, tersedia juga lunpia dengan beragam varian isi seperti kepiting, mozarella, dan smoke beef.
Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, mulai dari Rp21.000 untuk satu porsi lunpia.
Video Editor: Dawud Abdul
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.