> >

Vaksin PMK Harus Dipercepat, Kementan Minta Pimpinan Daerah Aktif Bekerja Sama

Ekonomi dan bisnis | 27 Juni 2022, 09:48 WIB
Vaksinasi sapi perah. Hawar penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) semakin meluas, nyaris 5 ribu ekor ternak terpapar. (Sumber: Kompas.com/Bagus Puji Panuntun)

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah melakukan distribusi vaksin darurat PMK sebanyak 651.700 dosis sejak Jumat (24/6) dan telah diterima berbagai daerah kantong ternak nasional.

Vaksin darurat dipersiapkan sebanyak 3 juta dosis, dan selanjutnya pemerintah akan terus menambah jumlah vaksin PMK hingga 29 juta dosis.

Nasrullah menampaikan, saat ini pemerintah menetapkan 5 kunci STOP PMK dengan 5M, antara lain;

  1. memberikan vaksin pada ternak sehat,
  2. menjaga sanitasi dan biosekuriti kandang,
  3. membatasi lalu lintas ternak dan produk ternak,
  4. mengisolasi ternak sakit dan ternak baru, dan
  5. melaksanakan stamping out (pemusnahan) ternak sakit PMK di pulau yang masih bebas PMK.

Hingga saat ini, sebanyak 273.416 ekor hewan ternak terkonfirmasi positif PMK di 217 kabupaten-kota pada 19 provinsi. Dari jumlah tersebut, 88.083 ekor hewan sembuh, 2.636 ekor dipotong bersyarat, dan 1.657 ekor mati.

Baca Juga: Menag Yaqut: Tak Boleh Memaksakan Jika Kurban Tidak Bisa Dilaksanakan karena Wabah PMK

 

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU