> >

Gerhana Matahari Total Spektakuler Terjadi di Antartika, Memberi Gradasi Kegelapan Selama 1 Jam

Kompas dunia | 5 Desember 2021, 00:02 WIB
Gerhana Matahari total terjadi di benua Antartika hari Sabtu, 4 Desember 2021 dini hari. Gerhana matahari total terjadi ketika Bulan melewati titik antara Matahari dan Bumi, melemparkan bayangannya ke Bumi. Agar bisa menjadi gerhana total, Matahari, Bulan, dan Bumi harus sejajar secara langsung. (Sumber: Straits Times)

SANTIAGO, KOMPAS.TV - Gerhana matahari total menjerumuskan benua Antartika dari musim panas ke kegelapan pada hari Sabtu dini hari (04/12/2021), menjadi fenomena astronomi langka yang disaksikan oleh segelintir ilmuwan dan pencari sensasi, dan tentunya penguin yang tak terhitung jumlahnya, seperti dilansir Straits Times, Sabtu.

"Visibilitasnya sangat bagus," kata Profesor Raul Cordero dari Universitas Santiago de Chile, yang berada di lokasi untuk menyaksikan "totalitas" pada 07.46 GMT (15:46 WIB), dengan fase "cincin api" yang berlangsung lebih dari 40 detik.

Gerhana matahari total terjadi ketika Bulan melewati titik antara Matahari dan Bumi, melemparkan bayangannya ke Bumi. Agar bisa menjadi gerhana total, Matahari, Bulan, dan Bumi harus sejajar secara langsung.

Gerhana matahari total ini hanya terlihat di Antartika, dialami oleh sejumlah kecil ilmuwan, ahli, dan turis petualangan - yang membayar sekitar USD40.000 untuk mendapatkan hak istimewa menonton fenomena langka tersebut.

Disiarkan langsung oleh NASA dari kamp Union Glacier di Antartika, gerhana dimulai pada 07.00 GMT ketika Bulan mulai bergerak di depan Matahari, lalu berakhir pada 08.06 GMT.

Baca Juga: Fakta Seputar Gerhana Matahari Total Hari Ini, Sayangnya Tak Dapat Dilihat di Indonesia

Gerhana Matahari total terjadi di benua Antartika hari Sabtu, 4 Desember 2021 dini hari. Gerhana matahari total terjadi ketika Bulan melewati titik antara Matahari dan Bumi, melemparkan bayangannya ke Bumi. Agar bisa menjadi gerhana total, Matahari, Bulan, dan Bumi harus sejajar secara langsung. (Sumber: Straits Times)

Kamp Union Glacier terletak sekitar 1.000 km di utara Kutub Selatan.

Menurut NASA, gerhana sebagian juga terlihat di belahan bumi selatan, termasuk St Helena, Namibia, Lesotho, Afrika Selatan, Chili, Selandia Baru, dan Australia.

Gerhana matahari total terakhir di Antartika terjadi pada 23 November 2003, dan berikutnya diperkirakan terjadi tidak lebih cepat dari tahun 2039.

Gerhana matahari cincin, di mana Bulan menutupi semua kecuali cincin luar Matahari, akan menyapu seluruh Amerika Utara pada Oktober 2023, diikuti oleh gerhana total pada April 2024.

Baca Juga: Rembulan Merah di Langit Amerika Utara, Gerhana Bulan Merah Parsial Terlama dalam Sejarah

Gerhana Matahari total terjadi di benua Antartika hari Sabtu, 4 Desember 2021 dini hari. Gerhana matahari total terjadi ketika Bulan melewati titik antara Matahari dan Bumi, melemparkan bayangannya ke Bumi. Agar bisa menjadi gerhana total, Matahari, Bulan, dan Bumi harus sejajar secara langsung. (Sumber: France24 via AFP)

Melansir informasi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Indonesia, gerhana matahari total di wilayah Antartika terjadi selama 90-116 detik, di mana umbra bulan akan menutupi wilayah Antartika secara total dengan lebar berkisar 421-450 km.

Selain itu, ada pula beberapa wilayah di belahan dunia yang mengalami gerhana matahari sebagian atau terkena umbra bulan namun tidak secara penuh.

Wilayah-wilayah itu meliputi Afrika Selatan, Namibia, dan Australia bagian selatan, seperti Victoria, sebagian New South Wales, teritori ibu kota Australia, hingga Tasmania.

 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Straits Times


TERBARU