> >

Taliban Bantah akan Segera Buka Kembali Sekolah-Sekolah untuk Perempuan, Pelajar Putri Kecewa

Kompas dunia | 7 Juni 2022, 22:29 WIB
Seorang pelajar sedang membaca di depan kelas di SMA Putri Tajrobawai, Herat, Afghanistan pada 25 November 2021. Sebagian besar pelajar SMA putri di Afghanistan dilarang untuk bersekolah oleh Taliban, kecuali di provinsi Herat yang berada di bagian barat Afghanistan. (Sumber: AP Photo/Petros Giannakouris)

“Pendidikan itu bukan hanya kebutuhan pribadi atau sosial tetapi sebuah kewajiban keagamaan,” tegasnya.

Baca Juga: Taliban Gelar Operasi Besar-besaran Berantas Tanaman Bahan Baku Opium di Seantero Afghanistan

Para pejabat Emirat Islam Afghanistan telah berulang kali berjanji akan memfasilitasi pembukaan kembali sekolah-sekolah bagi para pelajar putri. Namun hingga 162 hari setelah ditutup, sekolah-sekolah putri belum juga dibuka.

Pada 23 Maret 2022, Kementerian Pendidikan Afghanistan mengumumkan sekolah-sekolah bagi pelajar perempuan akan ditutup hingga disusunnya sebuah rencana yang berdasarkan hukum Islam dan kebudayaan setempat.

“Kami menginformasikan kepada seluruh SMA putri dan sekolah-sekolah yang memiliki pelajar putri di atas kelas 6 bahwa mereka ditutup hingga perintah selanjutnya,” bunyi surat pengumuman itu seperti dilansir Al Jazeera.

Baca Juga: PBB Desak Taliban Hentikan Diskriminasi Perempuan di Afghanistan dari Pendidikan hingga Hijab

Saat berkuasa di Afghanistan pada periode 1996-2001, Taliban melarang pendidikan dan sebagian besar lapangan pekerjaan bagi kaum perempuan.

Namun setelah kembali berkuasa pada Agustus 2021 lalu, Taliban berjanji akan mengizinkan perempuan bersekolah dan bekerja.

Masyarakat internasional telah menempatkan pendidikan perempuan sebagai syarat untuk pengakuan terhadap pemerintahan Afghanistan di bawah Taliban.

Penulis : Edy A. Putra Editor : Gading-Persada

Sumber : TOLOnews/Al Jazeera


TERBARU