> >

Bukan Hanya Rusia-Ukraina, Jokowi Perlu Diplomasi ke China, NATO, dan PBB untuk Damaikan Dunia

Krisis rusia ukraina | 30 Juni 2022, 11:41 WIB
Presiden Jokowi berbincang dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron (tengah) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden di sela forum KTT G7 di Kastil Elmau, negara bagian Bayern, Jerman, Senin (27/6/2022). (Sumber: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden)

"Ini akar masalah, sehingga untuk mendamaikan tidak berada dalam posisi menyalahkan satu pihak, dengan argumen apa pun, tetapi memberi pembenaran pada yang lain," lanjutnya.

Baca Juga: Bertemu Jokowi, Zelenskyy Ajak Pengusaha Indonesia Bantu Rekonstruksi Ukraina Pasca-Perang

Didik lantas mengatakan, Indonesia layak tampil sebagai negara yang berpengaruh di dunia untuk menjalankan misi perdamaian ini.

"Sejarah peranan Indonesia dalam diplomasi dan perdamaian sudah dikenal dunia, Bung Karno adalah tokoh dunia yang sangat dikenal karena berdiri di tengah konflik ideologi dunia Barat dan Timur yang mengerikan," lanjutnya.

Menurut Didik, harus ada lebih banyak pemimpin yang hadir menjalankan misi perdamaian dunia, ketimbang unjuk kepongahan seperti masa perang dunia pertama dan kedua.

"Misi perdamaian Jokowi ke Ukraina dan Rusia merupakan secercah harapan dan langkah awal agar bumi lebih damai dan jauh dari perang. Upaya perdamaian ini patut diacungi jempol dan tidak boleh berhenti, melainkan nanti dilanjutkan oleh menteri di bawahnya," tandas Didik.

Baca Juga: Konflik Rusia-Ukraina Meruncing Jelang Lawatan Jokowi Ke Moskow

 

Penulis : Rofi Ali Majid Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU