> >

Inggris akan Tetapkan Kelompok Wagner sebagai Organisasi Teroris

Kompas dunia | 6 September 2023, 19:20 WIB
Pasukan Wagner dan pasukan khusus Belarus. Lebih dari 100 pasukan bayaran yang terkait dengan kelompok Wagner yang berafiliasi dengan Rusia di Belarus mendekati perbatasan Polandia, kata Perdana Menteri Polandia hari Sabtu, (29/7/2023), mendekati Celah Suwalki, sebuah wilayah strategis di Polandia yang terletak di antara Belarus dan Kaliningrad, sebuah wilayah Rusia yang terpisah dari daratan utama. (Sumber: AP Photo)

LONDON, KOMPAS.TV - Kelompok tentara bayaran Wagner akan ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Inggris.

Dilansir dari The Guardian, sebuah rancangan perintah akan diajukan oleh Kementerian Dalam Negeri di parlemen pada hari Rabu (6/9/2023).

Nantinya, apabila disahkan, pihak yang ingin menjadi anggota atau mendukung kelompok Rusia ini di Inggris, akan dilarang.

Kelompok Wagner telah memainkan peran penting dalam invasi Rusia ke Ukraina sejak dimulai pada bulan Februari 2022.

Mereka juga aktif dalam konflik di Timur Tengah dan Afrika seperti di Suriah, Republik Afrika Tengah, Sudan, dan Libya.

Kementerian Dalam Negeri Inggris mengatakan keputusan ini diambil untuk melarang kelompok tersebut berdasarkan Undang-Undang Terorisme 2000 karena "sifat dan skala aktivitas organisasi ini serta ancaman yang mereka timbulkan terhadap warga Inggris di luar negeri."

"Wagner adalah organisasi yang kejam dan merusak yang bertindak sebagai alat militer Rusia Vladimir Putin di luar negeri," kata Menteri Dalam Negeri Inggris, Suella Braverman.

Baca Juga: Muncul Video Baru Bos Wagner Prigozhin Sebelum Tewas Kecelakaan Pesawat, Mengaku Ada di Afrika

"Sementara rezim Putin memutuskan apa yang harus dilakukan dengan monster yang mereka ciptakan, aktivitas destabilisasi terus berlanjut, hanya melayani tujuan politik Kremlin."

"Mereka adalah teroris, dengan kata lain - dan perintah pelarangan ini membuatnya jelas dalam hukum Inggris."

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Vyara-Lestari

Sumber : The Guardian


TERBARU