> >

Ini Alasan AS Tidak Veto Resolusi Dewan Keamanan PBB yang Menuntut Gencatan Senjata Israel di Gaza

Kompas dunia | 26 Maret 2024, 06:45 WIB
Linda Thomas-Greenfield, Duta Besar dan Perwakilan Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, memilih untuk abstain ketika Dewan Keamanan PBB meloloskan resolusi gencatan senjata di Gaza selama bulan suci Ramadan, yang merupakan tuntutan pertama untuk menghentikan pertempuran, Senin, 25 Maret 2024. (Sumber: AP Photo)

Baca Juga: AS Berhenti Veto Resolusi Gencatan Senjata, Israel Marah dan Batalkan Kunjungan ke Gedung Putih

Duta besar di Dewan Keamanan PBB mengangkat tangan tanda setuju pada usulan resolusi gencatan senjata di Gaza selama bulan suci Ramadan, tuntutan pertama untuk menghentikan pertempuran, Senin (25/3/2024). (Sumber: AP Photo)

Sementara resolusi ini menandai perubahan sikap AS yang sebelumnya selalu berpihak pada Israel, kritik juga muncul terhadap bahasa yang digunakan dalam resolusi.

Meskipun masih mengaitkan gencatan senjata dengan pembebasan tawanan, bahasa yang digunakan tidak sekuat resolusi sebelumnya. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa AS mungkin sedang mencari pendekatan yang lebih seimbang dalam konflik yang sudah berkecamuk lama ini.

Sementara itu, di Gaza, penderitaan rakyat semakin menjadi-jadi. Lebih dari 32.000 jiwa telah kehilangan nyawa, dan lebih dari 74.000 lainnya terluka.

Bantuan internasional menjadi semakin mendesak, dengan lebih dari 2,3 juta penduduk Gaza mengalami ketidakpastian pangan, sementara kelaparan mengancam di wilayah utara yang sangat terkena dampak.

Pemungutan suara Dewan Keamanan PBB mencerminkan pergeseran dinamika dalam konflik Gaza.

Baca Juga: Dewan Keamanan PBB Akhirnya Sahkan Resolusi Gencatan Senjata di Gaza, AS Tak Gunakan Hak Veto

Amerika Serikat sebelumnya telah menggunakan hak veto tiga resolusi yang menuntut gencatan senjata di Gaza, yang terbaru adalah usulan yang didukung oleh Arab pada 20 Februari. Resolusi tersebut didukung oleh 13 anggota dewan dengan satu abstain, mencerminkan dukungan yang sangat besar untuk gencatan senjata.

Rusia dan Cina memveto resolusi yang disponsori AS pada akhir Oktober yang meminta jeda dalam pertempuran untuk memberikan bantuan, perlindungan bagi warga sipil, dan menghentikan pengiriman senjata kepada Hamas. Mereka mengatakan bahwa hal itu tidak mencerminkan panggilan global untuk gencatan senjata.

Mereka sekali lagi memveto resolusi AS hari Jumat lalu, menyebutnya ambigu dan mengatakan bahasa didalamnya tidak menegaskan tuntutan langsung kepada Israel untuk mengakhiri pertempuran yang banyak dituntut oleh dunia.

 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Gading-Persada

Sumber : Associated Press


TERBARU